Christmas

Sebaiknya anda tahu :

Tulisan ini hanya untuk memberi pencerahan dan menambah khasanah pengetahuan, bukan dimaksudkan untuk membuat pembaca tidak nyaman. Ini tidak ada hubungannya dengan suka atau tidak suka kepada non muslim. Toleransi dan bekerjasama / saling membantu sangat dianjurkan kepada semua penganut agama sesuai dengan porsinya, asal tidak merusak / mengorbankan akidah umat beragama.

Mengapa umat muslim dilarang mengucapkan atau mengikuti Ibadah / Perayaan Natal?

Alasannya karena konsep tentang Tuhan (Ketuhanan) dari dua agama ini berbeda. Perayaan natal yang diadakan oleh umat Kristiani saat ini adalah perayaan untuk Menyambut Kelahiran Yesus Kristus / Isa Al Masih dengan keyakinan penuh & doktrin bahwa Yesus Kristus / Isa Al Masih diposisikan sebagai Tuhan atau Anak Tuhan / Son of God, dan merupakan bagian dari Trinitas (Tuhan Anak) menurut versi umat Kristiani. Ini merupakan ajaran Gereja yang dimulai pada masa Constantin. Selain itu, menurut umat Kristiani, Yesus dilahirkan sebagai juru selamat dan sang penebus dosa (dosa warisan – dari Nabi Adam). Pemahaman ini diajarkan kepada umat Kristiani yang kemudian menjadi doktrin / dogma di setiap gereja.

Sementara, umat muslim mengimani Yesus / Nabi Isa as dengan keyakinan penuh sebagai Rasul juga Nabi Tuhan. Jadi sangat bertolak belakang dengan pemahaman umat Kristiani di atas. Sangat merusak akidah Islam, dan termasuk dosa besar bila umat Islam mengimani Yesus / Nabi Isa Al Masih sebagai Anak Tuhan dan merupakan bagian dari Trinitas, karena termasuk perbuatan syirik. Syirik adalah DOSA TERBESAR dalam hirarki dosa dalam Islam (menempati urutan pertama) yang hanya dapat ditebus dengan taubat sebenarnya (taubatan nasuha, itupun bila diterima taubatnya, tergantung kesungguhannya) dan kembali mengucapkan syahadatain (Dua Kalimat Syahadat).

Hal ini dikuatkan oleh Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) pada masa kepemimpinan Almarhum Prof. Dr. Buya Hamka (khusus di Indonesia) pada tanggal 7 Maret 1981. Jadi itulah alasan mengapa umat Islam dilarang mengucapkan natal/ikut perayaan natal. Kalaupun masih ada umat Islam yang masih tidak tahu / belum tahu dengan informasi di atas, sudah menjadi tanggung jawab iundividu masing-masing. Semoga memberi pencerahan kita semua.

Berikut ini beberapa petikan/kutipan ayat dari Al Quran yang menjelaskan hal tersebut di atas.

Pengertian iman menurut Hadits Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:

عَنِ ابْنِ حَجَرٍ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أْلإِيْمَانُ مَعْرِفَةٌ بِاْلقَلْبِ وَقَوْلٌ بِالْلِسَانِ وَعَمَلٌ بِاْلأَرْكَانِ رَوَاهُ اِبْنُ مَاجَهْ وَالطَّبْرَانِيْ

Artinya: “Dari Ibnu Hajar Radhiyallahu ‘Anhu beliau berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: Iman adalah pengetahuan hati, pengucapan lisan dan pengamalan dengan anggota badan” (H.R. Ibnu Majah dan At-Tabrani).

Dosa syirik :

Surah An-Nisa, Ayat 48:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

Surah An-Nisa, Ayat 116:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.

Mengenai “Dosa Warisan” dalam Islam tidak ada. Manusia bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Tabungan amal kebaikan (amal sholeh) yang dilandasi keimanan kepada Allah SWT yang akan membawa manusia masuk ke dalam surga, selain yang utama oleh karena keridhaan rahmat, dan kasih sayang Allah SWT, atau amal buruk manusia dari dosa-dosa besar yang telah dikerjakan yang akan membawanya masuk ke dalam neraka atas izin Allah

Quran Surah Az-Zumar, ayat 7 :

إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمْ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِن تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuran mu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam dadamu.

Quran Surah Al-Anaam, ayat 164 :

قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِي رَبًّا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍ وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلَّا عَلَيْهَا وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Katakanlah: “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan dosanya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan”.

Bantahan Al Quran Tentang Trinitas

QS. Surat Al Maidah, Ayat 17-18 :

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۚ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ۗ وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?”. Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS, Almaidah : 17)

وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَىٰ نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ ۚ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ بِذُنُوبِكُمْ ۖ بَلْ أَنْتُمْ بَشَرٌ مِمَّنْ خَلَقَ ۚ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya”. Katakanlah: “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu) (QS, Almaidah : 18)

QS. Surat An-Nisa’ Ayat 171 :

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۖ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ ۚ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ ۚ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ ۘ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (QS. An-Nisa’ Ayat 171).

QS. Surat Al-Mu’minun Ayat 91 :

مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَٰهٍ ۚ إِذًا لَذَهَبَ كُلُّ إِلَٰهٍ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ

Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu (QS. Al-Mu’minun, Ayat 91)

QS. Surat Al Ikhlas Ayat 1-4 :

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

1. Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa.

اللَّهُ الصَّمَدُ

2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

4. Dan tidak ada seorang/sesuatu pun yang setara dengan Dia

IMG_20170922_125041

 

Tiga Konsekuensi Ucapan Natal Bagi Muslimin

Paling tidak ada beberapa Konsekuensi dari ucapan Natal bila dilakukan oleh kaum Muslimin :

Merusak Akidah Umat Islam Secara Perlahan.

Walaupun kelihatannya sepele, namun akan merusak benih-benih keimanan kaum muslimin. Dimana bila seseorang Muslimin mengucapkan Natal secara ikhlas  dan bersungguh-sungguh sudah memiliki 3 unsur dalam Definisi Iman menurut hadits yang disabdakan Nabi Muhammad SAW.

عَنِ ابْنِ حَجَرٍ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أْلإِيْمَانُ مَعْرِفَةٌ بِاْلقَلْبِ وَقَوْلٌ بِالْلِسَانِ وَعَمَلٌ بِاْلأَرْكَانِ –رَوَاهُ اِبْنُ مَاجَهْ وَالطَّبْرَانِيْ

Artinya: “Dari Ibnu Hajar Radhiyallahu ‘Anhu beliau berkata: Rasulullah SAW telah bersabda Iman adalah pengetahuan hati, pengucapan lisan dan pengamalan dengan anggota badan” (H.R. Ibnu Majah dan At-Tabrani).

:Iman itu adalah segala perbuatan yang

1. Diikrarkan dalam hati (dengan ikhlas)
2. Diucapkan dengan lisan/tulisan
3. Dilaksanakan dengan perbuatan. Bisa berjabat tangan yang diikuti dengan point 1 dan point 2, dan atau dengan kegiatan ibadah perayaan Natal itu sendiri.

Sementara Natal itu sendiri bagi umat Kristiani mengandung arti Perayaan atas lahirnya Yesus Kristus yg bagi umat Kristiani karena dianggap sebagai juru selamat yang telah mengorbankan nyawanya di tiang salib sebagai penebus dosa bagi umatnya.
Selain itu, umat Kristiani juga menganggap Yesus (Nabi Isa AS) sebagai Tuhan atau Anak Tuhan (Son of God) dalam faham (dogma) Trinitas yang dianut umat Kristiani.

Semua itu sangat bertentangan dengan ajaran tauhid (akidah) yang diyakini umat Islam dalam Rukun Iman yang 6 perkara.

Adapun 3 Konsekuensi dari ucapan Natal bila dilakukan kaum Muslimin :

1. Menganggap Yesus sebagai Tuhan, atau Anak Tuhan sesuai faham (dogma) Trinitas.

Padahal ini sangat bertentangan dengan ajaran Aqidah (Tauhid) bagi kaum Muslimin.

Sumbernya dalam Al Quran, bisa dicek, diantaranya dalam surah-surah berikut : QS, 112:1-4, QS, 4:116, 157-158, 171. QS, 5:17, 72-73. QS, 23:91

2. Menganggap Yesus (Nabi Isa AS) meninggal di Tiang Salib.
Hal ini bertentangan dengan Firman Allah dalam Al Quran (QS. An-Nisaa, 4:157-158).

3. Menganggap Yesus (Nabi Isa AS) lahir pada tanggal 25 Desember atau musin dingin (musim salju).
Hal ini bertentangan dengan Al Quran dalam Surah Maryam (QS, 19:25) yang mengatakan bahwa Nabi Isa lahir pada musim panas dimana Allah memerintahkan Maryam untuk menggoyang pangkal pohon kurma agar buahnya berjatuhan untuk dimakan oleh Maryam dan puteranya. Pohon Kurma berbuah pada musim panas, bukan pada musim dingin.

Jadi kesimpulannya Nabi Isa (Yesus) lahir pada musim panas, bukan musim dingin seperti pada bulan Desember. Perayaan Natal yang dilakukan umat Kristiani saat ini adalah perayaan untuk menghormati Dewa Matahari (ZEUS, HELIOS) seperti yang dilakukan Kaum Pagan saat itu di Romawi.

Mengucapkan Natal merupakan cara menumbuhkan benih-benih kemusyrikan dalam hati secara perlahan tapi pasti, sebaiknya tidak dilakukan kaum Muslimin. Karena Dosa kemusyrikan merupakan dosa terbesar yang tak terampuni sebagaimana firman Allah dalam Al Quran
Surah An-Nisa (4), Ayat 116:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya

Surah An-Nisa, Ayat 48:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

Semua itu, terserah Anda. Mau mengucapkan Natal atau tidak (setelah pengetahuan datang pada Anda). Hidup penuh dengan pilihan dengan segala konsekuensi baik di dunia mapun akhirat.

=================
Sumber Al Quran : QS, 112:1-4, QS, 4:116, 157-158, 171. QS, 5:17, 72-73. QS, 23:91, QS, 19:25

======ooo00000ooo======

Only for Moslems : You should know

NOT FOLLOWING CHRISTMAS
=================

FB_IMG_1514183888753

At least there are some Consequences of Christmas saying when done by the Moslems:

Destructive of the Islamic Faith.

Although it seems trivial, but will damage the seeds of Moslem faith. Where if a Moslem person to say Christmas sincerely and seriously already have 3 elements in the Definition of Faith according to the hadith which was spoken of Prophet Muhammad SAW.

عن ابن حجر رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ألإيمان معرفة بالقلب وقول باللسان وعمل بالأركان -رواه ابن ماجه والطبراني

Meaning: “From Ibn Hajar Radhiyallahu ‘Anhu he said: Rasulullah SAW has said Faith is knowledge of heart, oral pronunciation and practice with limbs” (H.R. Ibn Majah and At-Tabrani).

Faith is all actions that:

1. Taken in the heart (with sincerity)
2. Spoken with oral / written
3. Implemented by deeds. Can shake hands followed by point 1 and point 2, and or with the activities of worship Christmas celebration itself.

While Christmas itself for Christians means Celebration on the birth of Jesus Christ which is for Christians because it is considered as a savior who has sacrificed his life on the cross as a sinner for his people.
In addition, the people of Christians also consider Jesus (the Prophet Isa AS) as God or Son of God in the Trinity (dogma) of the Trinity embraced by Christians.

All that is very contrary to the teachings of Tawheed (aqidah) that Moslems believe in the Rukun Iman (6) cases.

The 3 Consequences of Christmas Speech if the Moslems do:

1. Consider Jesus as Lord, or Son of God according to Trinity (dogma) of Trinity.

Yet this is very contrary to the teachings of Aqidah (Tawheed) for Moslems.

The sources in the Qur’an, can be checked, among others in the following chapters: QS, 112: 1-4, QS, 4: 116, 157-158, 171. QS, 5:17, 72-73. QS, 23:91

2. Assume Jesus (Jesus) died on the Cross.
This is contrary to the Word of God in the Qur’an (Surah An-Nisaa, 4: 157-158).

3. Consider Jesus (Prophet Isa AS) was born on December 25, or on winter.
This is contrary to the Quran in Surah Maryam (QS, 19:25) which says that Prophet Isa was born in the summer where God commanded Maryam to shake the base of the palm tree for its fruits to be eaten by Maryam and his son. The date palms bear fruit during summer, not in winter.
In addition, the Prophet Isa AS (Jesus) was born when the Shepherds herded her cattle in the summer. It is impossible for livestock grazing in winter.

So the conclusion that Prophet Isa AS  (Jesus) was born in the summer, not winter as in December. The Christian celebration of Christians today is a celebration to honor the Sun God (ie: ZEUS, HELIOS) as the Pagans did back then in the Roman.

Saying Christmas is a way to grow the seeds of polytheism in the heart slowly but surely, should not be done by Moslems. Because the sin of polytheism is the greatest unforgivable sin as the word of God in the Qur’an
Surah An-Nisa (chapter 4), verse 116:

إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء ومن يشرك بالله فقد ضل ضلالا بعيدا

Verily, Allah does not forgive the sin of associating (something) with Him, and He forgives sins other than shirk for whom He will. Whoever doing shirk with Allah, he has indeed gone far astray

Surah An-Nisa, verse 48:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

Allah will not forgive the sin of shirk, and He forgives all the sins other than (shirk), for whom He will. Whoever associates with Allah, then indeed he has sinned greatly.

All that, you say Christmas or not, it’s up to you (after knowlodge comes to you).  Life is full of choices with all the consequences both in the world and the hereafter.
Thank’s for your attentionon. (SBR)

=================
Sources of the Qur’an: QS, 112: 1-4, QS, 4: 116, 157-158, 171. QS, 5:17, 72-73. QS, 23:91, QS, 19:25

112_1-44_1574_1584_1715_175_725_7319_25

============00000===========

Marriage Different Religion

If you are a Muslim/Muslimah, be prohibited from marrying a non-Muslim (although he/she loves to die for you), because he/she has shirked of his Lord (source: Surah Al Baqarah, 2: 221). If you continue to do so, your marriage is not legitimately in religious, and you are deemed to have committed adultery during your marriage, and does not apply the law of inheritance to the offspring of your marriage (legally Islamic). If your spouse wants convert to Islam, then your marriage must be repeated back by Islamic law, so that the relationship of husband and wife become legitimated of Allah SWT

(QS. Al-Baqarah 2: Verse 221)

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكٰتِ حَتّٰى يُؤْمِنَّ ۗ وَلَاَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكَةٍ وَّلَوْ اَعْجَبَتْكُمْ ۚ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَتّٰى يُؤْمِنُوْا ۗ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكٍ وَّلَوْ اَعْجَبَكُمْ ۗ اُولٰٓئِكَ يَدْعُوْنَ اِلَى النَّارِ ۖ وَاللّٰهُ يَدْعُوْۤا اِلَى الْجَـنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِاِذْنِهٖ ۚ وَيُبَيِّنُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ

“And do not marry polytheistic women until they believe. And a believing slave woman is better than a polytheist, even though she might please you. And do not marry polytheistic men [to your women] until they believe. And a believing slave is better than a polytheist, even though he might please you. Those invite [you] to the Fire, but Allah invites to Paradise and to forgiveness, by His permission. And He makes clear His verses to the people that perhaps they may remember.”

========000========

Pernikahan Beda Agama

Jika Anda seorang Muslim/Muslimah, dilarang keras menikahi seorang non-Muslim (walau ia menarik hatimu), karena ia telah berbuat syirik terhadap Tuhannya (sumber: QS. Al Baqarah, 2: 221). Jika Anda terus melakukannya, pernikahan Anda menjadi tidak sah dalam hukum agama Islam, dan Anda dianggap telah melakukan perzinahan selama pernikahan Anda, dan tidak berlaku hukum harta waris untuk keturunan dari perkawinan Anda (secara hukum Islami). Jika pasangan Anda ingin masuk Islam, maka pernikahan Anda harus diulang kembali oleh hukum Islam, sehingga hubungan suami dan istri menjadi sah secara hukum Islam dan diridhai Allah SWT.

Allah SWT berfirman:
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 221)

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكٰتِ حَتّٰى يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتّٰى يُؤْمِنُوا ۚ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُولٰٓئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَاللَّهُ يَدْعُوٓا إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِۦ ۖ وَيُبَيِّنُ ءَايٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

“Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.”