Burdah

cover
Burdah Madhihil Mubarakah
(Burdah Syarief)

Burdah Indonesian Book_NFS

Burdah Indonesian Book_Duplexing Printing System_NFS

Burdah Arabic_English_Indonesian Book_Duplex Printing_NFS_Start From Pg2

Burdah Alt Font

burdah1

Author :
Imam Muhammad Al Bushiri

Burdah Syarief by Imam Muhammad Al Bushiri

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dengan menyebut nama Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

إِنَّ اللّٰهَ وَمَلاَئِكَتُهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ
يَآاَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Sesesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al-Ahzab : 56)

مَوْلَايَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا
عَلَى حَبِيْبِكَ خَيْرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ

Wahai Tuhanku, shalawat dan salam semoga Engkau limpahkan selalu kepada kekasih-Mu, sebaik-baik makhluk yang Engkau ciptakan .

هٰذَاالْبَيْتِ يَقْرَأُعِنْدَ ابْتِدَاءِ وَانْتِهَاءِ كُلُّ فَصْلٍ مِنْهُ فُصُوْلٍ هٰذِهِ الْقَصِيْدَةُ الْمُبَارَكَةُ

Bait (Maula Ya Shalli Wasallim ) ini dibaca pada setiap awal dan akhir bagian (bab) dari Qashidah Mubarakah (puisi yang diberkahi) ini

=================

اَلْفَصْلُ الاَوَّلُ

Bagian pertama

فىِ الْغَزْلِ وَشَكْوَى الْغَرَامِ

Bercumbu dan pengaduan cinta

اَمِنْ تَذَكُّرِ جِيْرَانٍ بِذِيْ سَلَمِ

Apakah karena mengingat para kekasih di Dzi Salam sana (suatu tempat antara makkah & madinah).
مَزَجْتَ دَمْعًا جَرَى مِنْ مُقْلَةٍ بِدَمِ

Engkau deraikan air mata dengan darah duka.
اَمْ هَبَّتِ الرِّيْحُ مِنْ تِلْقَاءِكَاظِمَةٍ

Ataukah karena hembusan angin terarah lurus berjumpa di Kazhimah (Jalan menuju Mekkah)
وَاَوْمَضَ البَرْقُ فِى الظَّلْمَاءِ مِنْ إِضَمِ

Dan kilatan cahaya gulita malam dari kedalaman jurang Idham (Sebuah jurang di Madinah)
فَمَا لِعَيْنَيْكَ اِنْ قُلْتَ اكْفُفَا هَمَتَا

Mengapa kedua air matamu tetap meneteskan airmata? Padahal engkau telah berusaha membendungnya
وَمَالِقَـلْبِكَ اِنْ قُلْتَ اسْـتَـفِقْ يَهِـمِ

Apa yang terjadi dengan hatimu? Padahal engkau telah berusaha menghiburnya
اَيَحْسَبُ الصَّبُّ اَنَّ الْحُبَّ مُنْكَتِمٌ

Apakah diri yang dirundung nestapa karena cinta mengira bahwa api cinta dapat disembunyikan darinya
مَا بَـيْنَ مُـنْسَجِمٍ مِنْـهُ وَمُـضْطَـرِمِ

Di antara tetesan airmata dan hati yang terbakar membara
لَوْلَا الْهَوَى لَمْ تُرِقَ دَمْعًـا عَلَى طَلَلٍ

Andaikan tak ada cinta yang menggores kalbu, tak mungkin engkau mencucurkan air matamu.
وَلَا اَرِقْتَ لِذِكْـرِ البَانِ وَالْعَـلَمِ

Meratapi puing-puing kenangan masa lalu berjaga mengenang pohon ban dan gunung yang kau rindu
فَكَيْفَ تُنْكِرُ حُبًّا بَعْدَمَا شَهِدَتْ

Bagaimana kau dapat mengingkari cinta sedangkan saksi adil telah menyaksikannya
بِهِ عَلَيْكَ عُدُوْلُ الدَّمْعِ وَالسَّقَمِ

Berupa deraian air mata dan jatuh sakit amat sengsara
وَاَثْبَتَ الْوَجْدُ خَطَّى غَبْرَةٍ وَضَنًى

Duka nestapa telah membentuk dua garisnya isak tangis dan sakit lemah tak berdaya
مِثْلَ الْبَهَارِ عَلَى خَدَّيْكَ وَالْعَنَمِ

Bagai mawar kuning dan merah yang melekat pada dua pipi
نَعَمْ سَرَى طَيْفُ مَنْ اَهْوَى فَأَرَّقَنِيْ

Memang benar bayangan orang yang kucinta selalu hadir membangunkan tidurku untuk terjaga
وَالْـحُبُّ يَعْتَرِضُ الَّلذَّاتِ بِالْأَلَمِ

Dan memang cinta sebagai penghalang bagi siempunya antara dirinya dan kelezatan cinta yang berakhir derita
يَالَائِمِى فِى الْهَوَى العُذْرِيِّ مَعْذِرَةً

Wahai pencaci derita cinta kata maaf kusampaikan padamu
مِنِّيْ إِلَيْكَ وَلَوْ اَنْصَفْتَ لَمْ تَلُمِ

Aku yakin andai kau rasakan derita cinta ini tak mungkin engkau mencaci maki
عَدَتْكَ حَالِيَ لَاسِرِّى بِمُسْتَتِرٍ

Kini kau tahu keadaanku, tiada lagi rahasiaku yang tersimpan darimu
عَنِ الْوُشَاةِ وَلَا دَائِى بِمُنْحَسِمِ

Dari orang yang suka mengadu domba dan derita cintaku tiada kunjung sirna
مَحَّضْتَنِى النُّصْحَ لٰكِنْ لَسْتُ اَسْمَعُهُ

Begitu tulus nasihatmu, tapi aku tak mampu mendengar semua itu
اِنَّ الْمُحِبَّ عَنِ العُذَّالِ فِى صَمَمِ

Karena sesungguhnya orang yang dimabuk cinta tuli dan tak menggubris cacian pencela
اِنِّى اتَّهَمْتُ نَصِيْحَ الشَّيْبِ فِى عَذَلِى

Aku curiga ubanku pun turut mencelaku
وَالشَّيْبُ اَبْعَدُ فِى نُصْحٍ عَنِ التُّهَمِ

Padahal ubanku pastilah tulus memperingatkanku

اَلْفَصْلُ الثَّانِيُ

Bagian Kedua

فىِ التَّحْذِيْرِ مِنْ هَوَى النَّفْسِ

Peringatan tentang bahaya hawa nafsu

فَإِنَّ اَمَّارَتِيْ بِالسُّوْءِ مَااتَّعَظَتْ

Sungguh nafsu amarahku pada nasehat tak terima, karena berangkat dari ketidaktahuannya
مِنْ جَهْلِهَا بِنَذِيْرِ الشَّيْبِ وَالْهَرَمِ

Adanya peringatan berupa uban di kepala dan ketidakberdayaan tubuh akibat umur senja
وَلَااَعَدَّتْ مِنَ الْفِعْلِ الْجَمِيْلِ قِرَىٰ

Nafsu amarahku tak mampu bersiap-siap diri, dengan mengerjakan amal baik yang bernilai
ضَيْفٍ أَلَمَّ بِرَأْسِى غَيْرَ مُحْتَشِمِ

Untuk menyambut kedatangan tamu yang pasti, tamu yang singgah di kepala nan tiada malu lagi
لَوْكُنْتُ اَعْلَمُ اَنِّيْ مَاأُوَقِّرُهُ

Jikalau aku tahu bahwa diriku tak mampu menghormat tamu
كَتَمْتُ سِـرًّا بَدَالِى مِنْهُ بِاالْكَتَمِ

Maka lebih baik kusembunyikan diriku dengan cara menyemir uban di kepalaku
مَنْ لِى بِرَدِّ جِـمَاحٍ مِنْ غَوَايَتِهَا

Siapakah gerangan? Sanggup mengendalikan nafsuku dari kesesatan
كَمَا يُرَدُّ جِمَاحُ الْخَيْلِ بِاللُّجُمِ

Sebagaimana kuda liar yang terkendalikan dengan tali kekangan
فَلَا تَرُمْ بِالْمَعَاصِيْ كَسْرَ شَهْوَتِهَا

Jangan kau berharap, dapat mematahkan nafsu dengan maksiat
اِنَّ الطَّعَامِ يُقَوِّى شَهْوَةَ النَّهِمِ

Karena makanan justru bisa perkuat bagi si rakus makanan lezat
وَالنَّفْسُ كَالطِّفْلِ إِنْ تُهْمِلْهُ شُبَّ عَلٰى

Nafsu bagaikan bayi, bila kau biarkan akan tetap suka menyusu
حُبِّ الرَّضَاعِ وَإِنْ تَفْطِمْهُ يَنْفَطِمِ

Namun bila kau sapih, maka bayi akan berhenti sendiri
فَاصْرِفْ هَوَاهَا وَحَاذِرْ اَنْ تُوَلِّيَهُ

Maka palingkanlah nafsumu, takutlah jangan sampai ia menguasainya
اِنَّ الْهَوَى مَا تَوَلَّى يُصْمِ اَوْ يَصِمِ

Sesungguhnya nafsu, jikalau berkuasa maka akan membunuhmu dan membuatmu tercela
وَرَاعِهَاوَهْيَ فِى الْأَعْمَالِ سَائِمَةٌ

Dan gembalakanlah nafsu, karena dalam amal nafsu bagaikan hewan ternak
وَاِنْ هِيَ اسْتَحَلَّتِ الْمَرْعَى فَلَا تُسِمِ

Jika nafsu merasa nyaman dalam kebaikan, maka tetap jaga dan jangan kau lengah
كَمْ حَسَّنَتْ لَذَّةً لِلْمَرْءِ قَاتِلَةً

Betapa banyak kelezatan, justru bagi seseorang membawa kematian
مِنْ حَيْثُ لَمْ يَدْرِ أَنَّ السُّمَّ فِى الدَّسَمِ

Karena tanpa diketahui, adanya racun tersimpan dalam makanan
وَاخْشَ الدَّسَائِسَ مِنْ جُوْعٍ وَمِنْ شِبَعٍ

Takutlah terhadap tipu dayanya lapar dan kenyang
فَرُبَّ مَخْمَصَةٍ شَرٌّ مِنَ التُّخَمِ

Sebab sering terjadi rasa lapar lebih daripada kenyang
وَاسْتَفْرِغِ الدَّمْعَ مِنْ عَيْنٍ قَدِامْتَلَأَتْ

Deraikanlah airmata, dari pelupuk mata yang penuh noda dosa
مِنَ الْمَحَارِمِ وَالْزَمْ حِمْيَةَ النَّدَمِ

Peliharalah rasa sesal dan kecewa karena dosa
وَخَالِفِ النَّفْسَ وَالشَّيْطَانَ وَاعْصِهِمَا

Lawanlah hawa nafsu dan setan durhaka, dan jagalah pada keduanya
وَإِنْ هُمَا مَحَضَاكَ النُّصْحَ فَاتَّهِمِ

Jika mereka tulus menasehati maka engkau harus mencurigai
وَلَاتُطِعْ مِنْهُمَا خَصْمًا وَلَاحَكَمًا

Janganlah engkau taat kepada mereka nafsu dan setan, baik selaku musuh atau selaku hakim
فَأَنْتَ تَعْرِفُ كَيْدَ الْخَصْمِ وَالْحَكَمِ

Sebab engkau sudah tahu dengan nyata, bagaimana tipu dayanya dalam musuh dan menghukumi
أَسْتَغْفِرُاللّٰهَ مِنْ قَوْلٍ بِلَا عَمَلٍ

Kumohon pengampunan kepada Allah, atas ucapan yang tanpa mengamalkan
لَقَدْ نَسَبْتُ بِهِ نَسْلًا لِذِى عُقُمِ

Sungguh.. hal itu laksana orang mandul tak berketurunan
اَمَرْتُكَ الْخَيْرَ لَكِنْ مَاائْتَمَرْتُ بِهِ

Engkau ku perintah lakukan amal kebaikan, namun aku sendiri enggan mengerjakan
وَمَااسْتَقَمْتُ فَمَا قَوْلِيْ لَكَ اسْتَقِمِ

Maka tiada berguna ucapanku agar kau berlaku benar, sedangkan diriku sendiri dalam kelalaian
وَلَا تَزَوَّدْتُ قَبْلَ الْمَوْتِ نَافِلَةً

Dan diriku tiada menambah amal kebaikan dalam kesunahan, sebelum kematian datang
وَلَمْ أُصَلِّ سَوَىٰ فَرْضٍ وَلَمْ أَصُمِ

Dan tiada aku shalat dan puasa, kecuali hanya ibadah yang diwajibkan

اَلْفَصْلُ الثَّالِثُ

Bagian Ke Tiga

فِى مَدْحِ النَّبِيِّ صَلَّ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمَ

Pujian kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

ظَلَمْتُ سُنَّةَ مَنْ اَحْيَا الظَّلَامَ اِلَىٰ

Kutinggalkan sunnah nabi, yang selalu beribadah menghidupkan gulita malam
أَنِ اشْتَكَتْ قَدَمَاهُ الضُّرَّ مِنْ وَرَمِ

Hingga telapak kaki sakit, membengkak karena ibadah malam
وَشَدَّ مِنْ سَغَبٍ اَحْشَاءَهُ وَطَوَىٰ

Nabi yang begitu hebat, menahan nafsu dan lapar
تَحْتَ الْحِجَارَةِ كَشْحًا مُتْرَفَ الْاَدَمِ

Mengikatkan batu halus pada perut, karena begitu zuhud keduniaan
وَرَاوَدَتْهُ الْجِبَالُ الشُّمُّ مِنْ ذَهَبٍ

Nabi yang ditawarkan gunung emas menjulang tinggi
عَنْ نَفْسِهِ فَأَرَاهَا اَيَّمَا شَمَمِ

Namun beliau tolak, dengan bangga perasaan hati
وَأَكَّدَتْ زُهْدَهُ فِيْهَا ضُرُوْرَتُهُ

Sungguh menambah kezuhudan nabi, butuh harta namun tidak menerimanya
إِنَّ الضَّرُوْرَةَ  لَاتَعْدُو عَلَى الْعِصَمِ

Meskipun ketika butuh harta, tidaklah merusak nilai kesuciannya
وَكَيْفَ تَدْعُو اِلَى الدُّنْيَا ضَرُوْرَةُ مَنْ

Bagaimana mungkin nabi nan mulia tertarik kepada kemilau harta dunia
لَوْلَاهُ لَمْ تُخْرَجِ الدُّنْيَا مِنَ الْعَدَمِ

Andaisaja tanpa Nabi Muhammad SAW, dunia takkan pernah ada
مُحَمَّدٌ سَيِّدُ الْكَوْنَيْنِ وَالثَّقَلَيْنِ

Dialah Nabi Muhammad SAW, sang penghulu seorang pemimpin baik di dunia dan akhirat
وَالْفَرِقَيْنِ مِنْ عُرْبٍ وَمِنْ عَجَمِ

Juga pemimpin jin dan manusia, baik bangsa arab ataupun ‘Ajam (orang biasa umumnya)
نَبِيُّنَا الْآمِرُ النَّاهِى فَلَا اَحَدٌ

Yaitu nabi kita Rasulullah Muhammad Saw, sang penganjur kebaikan dan pencegah kemungkaran
أَبَـرَّفِى قَـوْلِ لَامِنْهُ وَلَا نَعَـمِ

Tak seorangpun lebih baik daripada Rasulullah SAW, dalam berkata jangan kau lakukan dan ini sangat baik kau kerjakan
هُوَ الْحَبِيْبُ الَّذِيْ تُرْجٰى شَفَاعَتُهُ

Beliau kekasih Allah Ta’ala, yang diharapkan oleh semua insan syafa’atnya
لِكُلِّ هَوْلٍ مِنَ الْأَهْوَلِ مُقْتَحَمِ

Dari tiap perkara yang menakutkan yang datang mencekam
دَعَـاإِلَى اللّٰهِ فَالْمُسْتَمْسِكُوْنَ بِهِ

Beliau mengajak menuju keridhaan Allah Ta’ala, orang yang berpegang teguh padanya

مُسْتَمْسِكُوْنَ بِحَبْلٍ غَيْرَ مُنْفَسِمِ

Berarti ia berpegang pada tali tali yang pasti takkan putus
فَاقَ النَّبِيِّيْنَ فِى خَلْقٍ وَفِى خُلُقٍ

Beliau melampaui para nabi-nabi terdahulu baik ketampanan ataupun akhlak budi pekerti
وَلَمْ يُدَانُوْهُ فِى عِلْمٍ وَلَا كَرَمِ

Mereka para nabi-nabi terdahulu takkan menyamai Rasulullah SAW, baik dalam ilmu atau kemuliannya
وَكُلُّهُمْ مِنْ رَسُوْلِ اللّٰهِ مُلْتَسِمٌ

Semua para nabi-nabi terdahulu memohon dari diri Rasulullah SAW
غَرْفًا مِنَ الْبَحْرِ أَوْ رَشْفًا مِنَ الدِّيَمِ

Seciduk lautan ilmunya dan setetes hujan kesantunannya
وَوَاقِفُوْنَ لَدَيْهِ عِنْدَ حَدِّهِمِ

Berdirilah mereka para nabi disisi Rasulullah pada puncak mereka
مِنْ نُقْطَةِ الْعِلْمِ اَوْمِنْ شَكْلَةِ الْحِكَمِ

Mengharap setitik ilmu dan sebaris tanda bunyi huruf dalam hikmah
فَهْوَ الَّذِيْ تَمَّ مَعْنَاهُ وَصُوْرَتُهُ

Dialah nabi yang sempurna baik batin atau lahirnya
ثُمَّ اصْطَفَاهُ حَبِيْبًا بَارِئُ النَّسَمِ

Kemudian Rasulullah SAW, terpilih sebagai kekasih Allah Ta’ala, pencipta manusia
مُنَزَّهٌ عَنْ شَرِيْكٍ فِى مَحَاسِنِهِ

Dia sang nabi yang suci dari persamaan dalam segala kebaikan
فَجَوْهَرُ الْحُسْنِ فِيْهِ غَيْرُ مُنْقَسِمِ

Inti kebaikan pada diri nabi tak mungkin terbagi
دَعْ مَاادَّعَتْهُ النَّصَارَى فِى نَبِيِّهِمِ

Tinggalkan tuduhan kaum nasrani, tuduhan yang dilontarkan kepada nabi-nabi mereka
وَاحْكُمْ بِمَا شِئْتَ مَدْحًا فِيْهِ وَاحْتَكِمِ

Tetapkanlah untaian pujian kepada nabi pujian apapun yang engkau suka
وَانْسُبْ إِلَى ذَاتِهِ مَاشِئْتَ مِنْ شَرَفٍ

Nisbahkan kepada dzat nabi segala kemulian yang engkau kehendaki
وَانْسُبْ إِلَى قَدْرِهِ مَاشِئْتَ مِنْ عَظَمِ

Nisbahkan kepada martabat nabi segala keagungan yang engkau kehendaki
فَإِنَ فَضْلَ رَسُوْلِ اللّٰهِ لَيْسَ لَهُ

Karena keutamaan Rasulallah SAW, tiada tepi batasnya
حَدٌّ فَيُعْرِبَ عَنْهُ نَاطِقٌ بِفَمِ

Sehingga mengurai mudah terasa, bagi lisan yang berkata

لَوْنَاسَبَتْ قَدْرَهُ آيَاتُهُ عِظَمًا

Andaisaja keagungan mukjizat Rasulullah sama dengan ketinggian derajatnya
أَحْيَااسْمُهُ حِيْنَ يُدْعٰى دَارِسَ الرِّمَمِ

Maka dengan sebutan namanya dapat hidupkan orang yang telah hancur tulangnya
لَمْ يَمْتَحِنَّا بِمَا تَعْيَا الْعُقُوْلُ بِهِ

Nabi tidaklah menguji kita dengan apa yang tak terjangkau akal manusia
حِرْصًا عَلَيْنَا فَلَمْ نَرْتَبْ وَلَمْ نَهِمِ

Karena sangat cintanya kita peroleh cahaya hingga tiada ragu bimbang pada apa yang ia bawa
أَعْيَا الْوَرَى فَهْمُ مَعْنَاهُ فَلَيْسَ يُرَىٰ

Seluruh makhluk rapuh, tiada mampu memahami rahasia hakikat kenabian
فِى الْقُرْبِ وَالْبُعْدِفِيْهِ غَيْرَ مُنْفَحِمِ

Takkan melihat dari dekat atau jauh kecuali lemah tak berdaya berdiam diri
كَاالشَّمْسِ تَظْهَرُ لِلْعَيْنَيْنِ مِنْ بُعُدٍ

Kenabian Rasulullah, bagaikan matahari dari jauh tampak kecil pada kedua mata
صَغِيْرَةًوَتُكِلُّ الطَّرْفَ مِنْ أَمَمِ

Padahal mata tiada akan mampu bila berdekatan dengannya
وَكَيْفَ يُدْرِكُ فِى الدُّنْيَا حَقِيْقَتَهُ

Bagaimana diketahui hakikat nabi semasa dalam dunia
قَوْمٌ نِيَامٌ تَسَلَّوْا عَنْهُ بِالْحـُلُمِ

Sedangkan mereka lega jumpa nabi walau dalam sekilas mimpi
فَمَبْلَغُ الْعِلْمِ فِيْهِ اَنَّهُ بَشَرٌ

Puncak pengetahuan tentang Rasulullah, bahwa sesungguhanya beliau adalah manusia
وَأَنَّهُ خَيْرُ خَلْقِ اللّٰهِ كُلِّهِمِ

Dan sesungguhnya beliau sebaik-baik makhluk Allah SWT, semua tanpa terkecuali
وَكُلُّ آيٍ أَتَى الرُّسْلُ الْكِرَامُ بِهَا

Semua ayat, mukjizat yang datang tiba dibawa para rasul mulia
فَإِنَّمَا اتَّصَلَتْ مِنْ نُوْرِهِ بِهِمْ

Hanyalah pancaran nur Rasulullah SAW, yaitu nur yang melekat pada para rasul
فَإِنَّهُ شَمْسُ فَضْلٍ هُمْ كَوَاكِبُهَا

Rasulullah bagaikan mentari dalam keutamaan, sedangkan para nabi bagaikan bintang-bintangnya
يُظْهِرْنَ أَنْوَارَهَا لِلنَّاسِ فِى الظُّلَمِ

Maka sesungguhnya Bintang pantulkan sinar sang surya kepada manusia dalam suasana gelap gulita

حَتَّـى إِذَا طَلَعَتْ في الْكَـوْنِ عَمَّ هُدَىً

Sehingga ketika memancarkan nurnya, memberi penerang hidayah

لِلْعَالَمِيْـنَ وَ أَحْيَتْ سَائِرَ الْأُمَمِ

Hidayah bagi seluruh alam, dan menghidupkan segala umat manusia
أَكْرِمْ بِخَلْقِ نَبِيٍّ زَانَهُ خُلُقٌ

Alangkah mulia budipekerti Rasulullah, yang menghiasi kesempurnaan keanggunan-Nya
بِالْحُسْنِ مُشْتَمِلٍ بِالْبِشْرِ مُتَّسِمِ

Keindahan yang dimiliki paras wajahnya tampak berseri
كَالزَّهْرِ فِى تَرَفٍ وَالْبَدْرِ فِى شَرَفٍ

Keanggunannya laksana bunga, dan kemuliaannya bagaikan purnama
وَالْبَحْرُ فِى كَرَمٍ وَالدَّهْرِ فِى هِمَمِ

Kedermawanannya laksana samudera, cita-citanya bagai perjalanan masa
كَأَنَّهُ وَهْوَ فَرْدٌ مِنْ جِلَالَتِهِ

Seakan-akan Rasulullah Nabi yang berbeda dari nabi-nabi lainnya dari keagungannya
فِى عَسْكَرٍحِيْنَ تَلْقَاهُ وَفِى حِشَمِ

Di antara para pasukan dan pelayan kala kau jumpa karena dampak keagungannya
كَأَنَّمَااللُّؤْلُؤُ الْمَكْنُوْنُ فِى صَدَفٍ

Rasulullah bagaikan mutiara yang tersimpan dalam kerangnya
مِنْ مَعْدِنَى مَنْطِقٍ مِنْهُ وَمُبْتَسَمِ

Dikeluarkan dari dua pemikat yaitu ucapan dan senyumnya
لَاطِيْبَ يَعْدِلُ تُرْبًا ضَمَّ أَعْظُمَهُ

Tiada keharuman melebihi tanah buana, tanah yang mengubur jasadnya
طُوْبَىٰ لِمُنْتَشِقٍ مِنْهُ وَمُلْتَثِمِ

Betapa bahagia orang yang mencium dan mengecupnya

اَلْفَصْلُ الرَّابِعُ

Bagian Ke Empat

فِى مَوْلِدِهِ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ

Kelahiran Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
أَبَانَ مَوْلِدُهُ عَنْ طِيْبِ عُنْصُرِهِ

Kelahiran sang nabi menampakkan kesucian diri
يَاطِيْبَ مُبْتَدَإٍ مِنْهُ وَمُخْتَتَمِ

Alangkah indah permulaannya, juga indah penghabisannya
يَوْمٌ تَفَرَّسَ فِيْهِ الْفُرْسُ أَنَّهُمُ

Hari kelahiran Rasulullah saat ada firasat bangsa Persia
قَدْأُنْذِرُوا بِحُلُوْلِ الْبُؤْسِ وَالنِّقَمِ

Bahwa ada peringatan kepada mereka datangnya bencana dan siksa
وَبَاتَ إِيْوَانُ كِسْرَىٰ وَهْوَ مُنْصَدِعٌ

Saat menjelang malam tiba istana kisra hancur terbelah
كَشَمْلِ أَصْحَابِ كِسْرَىٰ غَيْرَ مُلْتَئِمِ

Sebagaimana kumpulan sahabat kisra tiada menyatu terpecah belah
وَالنَّارُخَامِدَةُ الْأَنْفَاسِ مِنْ أَسَفٍ

Api sesembahan padam karena duka yang mencekam
عَلَيْهِ وَالنَّهْرُسَاهِى الْعَيْنِ مِنْ سَدَمِ

Sungai Eufrat tak mengalir, muram karena susah yang amat dalam
وَسَاءَ سَاوَةَ أَنْ غَاضَتْ بُحَيْرَتُهَا

Penduduk negeri sawah resah duka saat danaunya kering keronta
وَرُدَّوَارِدُهَاباِلْغَيْظِ حِيْنَ ظَمِى

Pengambil air kembali dengan tangan hampa kecewa ketika terjerat rasa dahaga
كَأَنَّ بِالنَّارِمَا بِالْمَاءِ مِنْ بَلَلٍ

Seakan akan pada api nan membara terdapat cairan air karena duka
حُزْنًاوَبِالْمَاءِمَابِالنَّارِمِنْ ضَرَمِ

Dan pada air nan sejuk segar api yang membakar
وَالْجِنُّ تَهْتِفُ وَالْأَنْوَارُ سَاطِعَةٌ

Para jin menjerit, suara cahaya membumbung ke angkasa
وَالْحَقُّ يَظْهَرُمِنْ مَعْنًى وَمِنْ كَلِمِ

Kebenaran tampak nyata dari makna maupun kata
عَمُوْاوَصَمُّوْافَإِعْلَانُ الْبَشَائِرِ لَمْ

Mereka buta dan tuli tak dengar hingga kabar gembira tiada didengar

يُسْمَعْ وَبَارِقَةُالْإِنْذَارِ لَمْ تُشَمِ

Begitu juga kilatan peringatan sama sekali tak terhiraukan
مِنْ بَعْدِ مَاأَخْبَرَ الْأَقْوَامَ كَاهِنُهُمْ

Para rahib mereka telah kabarkan berita
بِأَنَّ دِيْنَهُمُ الْمُعْوَجَّ لَمْ يَقُمِ

Bahwa agama mereka melenceng, dan tak kan bertahan lama
وَبَعْدَ مَاعَايَنُوْا فِى الْأُفْقِ مِنْ شُهُبٍ

Setelah mereka menyaksikan bintang – bintang di ufuk berjatuhan
مُنْقَضَّةٍوِفْقَ مَافِى الْأَرْضِ مِنْ صَنَمِ

Bersamaan di bumi ada kejadian berhala- berhala runtuh bergelimpangan
حَتَّى غَدَاعَنْ طَرِيْقِ الْوَحْيِ مُنْهَزِمٌ

Hingga lenyap syetan berlari terbirit-birit dari pintu langit jalan Wahyu Ilahi
مِنَ الشَّيَاطِيْنِ يَقْفُوْإِثْرَمُنْهَزِمِ

Mereka lari mengikuti syaitan nan berlari tak henti
كَأَنَّهُمْ هَرَبًا أَبْطَالُ أَبْرَهَةٍ

Mereka berlarian laksana laskar Raja Abrahah
أَوْعَسْكَرٍبِالْحَصَىٰ مِنْ رَاحَتَيْهِ رُمِى

Atau bak pasukan yang dihujani kerikil oleh tangan Rasul
نَبْذًابِهِ بَعْدَ تَسْبِيْحٍ بِبَطْنِهِمَا

Batu yang nabi lemparkan, setelah bertasbih dalam genggaman
نَبْذَ الْمُسَبِّـِحِ مِنْ أَحْشَاءِ مُلْتَقِمِ

Bak terlemparnya Nabi Yunus dari perut ikan paus

اَلْفَصْلُ الْـخَامِسُ

Bagian Ke Lima

فِى مُعْجِزَاتِةِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمَ

Mukjizat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

جَاءَتْ لِدَعْوَتِهِ الْأَشْجَارُسَاجِدَةً

Pepohonan datang memenuhi panggilannya dengan sikap tunduk sopan
تَمْشِى إِلَيْهِ عَلَىٰ سَاقٍ بِلَا قَدَمِ

Berjalan menghadap kepadanya dengan batang tanpa telapak terciptakan
كَأَنَّمَاسَطَرَتْ سَطْرًا لِمَا كَتَبَتْ

Seakan – akan pepohonan itu tuliskan sebuah lukisan
فُرُوْعُهَا مِنْ بَدِيْعِ الْخَـطِّ بِاللَّقَمِ

Lukisan indah menawan ditulis dahan di tengah jalan
مِثْلَ الْغَمَامَةِ أَنَّىٰ سَارَسَائِرَةً

Sebagaimana gumpalan awan ke mana saja nabi pergi
تَقِيْهِ حَرَّوَطِيْسٍ لِلْهَجِيْرِحَمِى

Ia sebagai payung perlindungan dari sengatan panas mentari di siang hari
أَقْسَمْتُ بِالْقَمَرِالْمُنْشَقِّ إِنَّ لَهُ

Aku bersumpah demi penguasa rembulan nan pecah
مِنْ قَلْبِهِ نِسْبَةً مَبْرُوْرَةَالْقَسَمِ

Sesungguhnya hati nabi nan terbelah bak bulan yang dibelah
وَمَاحَوَى الْغَـارُ مِنْ خَيْرٍ وَمِنْ كَرَمٍ

Dalam gua tsur nabi bersembunyi abu bakar sahabat yang menyertai
وَكُلُّ طَرْفٍ مِنَ الْكُـفَّارِعَنْهُ عَمِى

Semua mata kafir jadi buta tak dapat melihat mereka berdua
فَالصِّدْقُ فِى الْغَـارِوَالصِّدِّيْقُ لَمْ يَرِمَا

Nabi dan Abu Bakar As-Siddiq keduanya berada dalam gua
وَهُمْ يَقُوْلُوْنَ مَابِالْغَارِ مِنْ أَرِمِ

Mereka orang-orang kafir berkata tak seorang pun dalam gua
ظَنُّواالْحَمَامَ وَظَنُّواالْعَنْكَبُوْتَ عَلَىٰ

Mereka berprasangka merpati takkan berputar sekitar gua
خَيْرِالْبَرِيَّةِ لَمْ تَنْسُجْ وَلَمْ تَحُمِ

Laba laba takkan bersarang di mulut gua jika sebaik – baik makhluk di dalamnya
وِقَايَةُ اللّٰهِ أَغْنَتْ عَنْ مُضَاعَفَةٍ

Cukuplah Perlindungan Allah SWT, tiada butuh lagi
مِنَ الدُّرُوْعِ وَعَنْ عَالٍ مِنَ الْاُطُمِ

Pada baju berlapis besi dan benteng benteng nan tinggi
مَاسَامَنِى الدَّهْرُضَيْمًا وَاسْتَجَرْتُ بِهِ

Tiada satu pun menyakiti diriku, lalu kumohon bantuan Nabi
إِلَّاوَنِلْتُ جِوَارًامِنْهُ لَمْ يُضَمِ

Niscaya kudapat pertolongannya tanpa sedikit pun disakiti
وَلَاالتَّمَسْتُ غِنَى الدَّارَيْنِ مِنْ يَدِهِ

Tidaklah kucari kekayaan dunia akhirat dari kemurahannya
إِلَّااسْتَلَمْتُ النَّدَىٰ مِنْ خَيْرِمُسْتَلَمِ

Melainkan kuperoleh sebaikbaik pemberiannya
لَاتُنْكِرِ الْوَحْىَ مِنْ رُؤْيَـاهُ إِنَّا لَهُ

Janganlah kau pungkiri wahyu yang diraihnya lewat mimpi
قَلْبًا إِذَا نَامَتِ الْعَيْنَانِ لَمْ يَنَمِ

Karena hatinya tetap terjaga meski dua matanya tidur terlena
وَذَاكَ حِيْنَ بُلُوْغٍ مِنْ نُبُوَّتِهِ

Demikian itu terjadi tatkala beliau diangkat menjadi nabi
فَلَيْسَ يُنْكَرُفِيْهِ حَالُ مُحْتَلِمِ

Maka tak perlu diingkari keadaan nabi yang bermimpi
تَبَارَكَ اللّٰهُ مَاوَحْىٌ بِمَكْتَسَبٍ

Allah maha suci wahyu tiada dapat dicari
وَلَانَبِىٌ عَلَىٰ غَيْبٍ بِمُتَّهَمِ

Tak ada seorang nabi dalam berita ghaibnya dicurigai
كَمْ أَبْرَأَتْ وَصِيْبًا بِاللَّمْسِ رَاحَتُهُ

Betapa banyak orang sakit sembuh ketika telapak tangannya menyentuh
وَأَطْلَقَتْ أَرِبًا مِنْ رِبْقَةِ اللَّمَمِ

Dan menyelamatkan orang yang butuh dari sakit gila yang terus kambuh
وَأَحْيَتِ السَّنَةَ الشَّهْبَاءَ دَعْوَتُهُ

Doa nabi dapat hidupkan tahun kering nan tiada hujan
حَتَّىٰ حَكَتْ غُرَّةً فِى الْأَعْصُرِ الدُّهُمِ

Hingga bak titik putih di muka dalam lipatan hitamnya masa
بِعَارِضٍ جَادَأَوْخِلْتَ الْبِطَاحَ بِهَا

Dengan awan yang hujannya deras hingga kau duga jurang nan luas
سَيْبًا مِنَ الْيَمِّ أَوْسَيْلاً مِنَ الْعَرَمِ

Air mengalir dari samudera atau mengalir dari lembah yang menganga

اَلْفَصْلُ الـسَّادِسُ

Bagian Ke Enam

فِى شَرَفِ الْقُرْآنِ وَمَدْحِهِ

Kemuliaan Al-Quran Al-Karim dan pujian terhadapnya

دَعْنِى وَوَصْفِىَ آيَاتٍ لَهُ ظَهَرَتْ

Biarkan aku mengurai mukjizat yang tampak pada nabi
ظُهُوْرَنَارِ الْقِرَىٰ لَيْلًا عَلَىٰ عَلَمِ

Seperti nampaknya api jamuan malam hari di atas gunung yang menjulang tinggi
فَالدُّرُّ يَزْدَادُ حُسْنًا وَهْوَمُنْتَظِمٌ

Keindahan mutiara lebih nyata bila tersusun rapih
وَلَيْسَ يَنْقُصُ قَدْرًا غَيْرَمُنْتَظِمِ

Tapi jika tak tersusun nilainya tidak berkurang sama sekali
فَمَاتَطَاوُلُ آمَالِ الْمَدِيْحِ اِلَىٰ

Segala pujian itu puncaknya adalah memuji
مَافِيْهِ مِنْ كَرَمِ الْأَخْلَاقِ وَالشِّيَمِ

Sifat dan pekerti mulia yang ada pada Nabi
آيَاتُ حَقٍّ مِنَ الرَّحْمٰنِ مُحْدَثَةٌ

Ayat- ayat Al-Qur’an adalah dari Tuhan nan Rahman yang berlaku sepanjang masa
قَدِيْمَةٌ صِفَةُ الْمَوْصُوْفِ بِالْقِدَمِ

Ayat-ayat Al Quran yang diturunkan adalah baharu tapi Allah adalah Maha Qidam (tak berpemulaan)
لَمْ تَقْتَرِنْ بِزَمَانٍ وَهْىَ تُخْبِرُنَا

Ayat – ayat Al Qur’an tak terikat dengan waktu
عَنِ الْمَعَادِ وَعَنْ عَادٍ وَعَنْ إِرَمِ

Dan ayat-ayat Al-Qur’an telah kabarkan pada kita tentang akhirat, kaum `Ãd dan kota Iram

دَامَتْ لَدَيْنَافَفَاقَتْ كُلَّ مُعْجِزَةٍ

Ayat-ayat Ilahi disisi kita kekal abadi
مِنَ النَّبِيِّيْنَ إِذْ جَاءَتْ وَلَمْ تَدُمِ

Mengungguli mukjizat para Nabi mukjizat yang datang tiada lestari
مُحَكَّمَاتٌ فَمَا تُبْقِيْنَ مِنْ شُبَةٍ

Sungguh kokoh itu al-quran tak tinggalkan keserupaan
لِذِى شِقَاقٍ وَمَاتَبْغِيْنَ مِنْ حَكَمِ

Bagi yang punya perselisihan dan tak usah cari hakim kebenaran
مَاحُوْرِبَتْ قَطُّ إِلَّاعَادَ مِنْ حَرَبٍ

Sama sekali Al-Quran takkan ditentang kecuali akan kembali dari medan perang
أَعْدَىٰ الْأَعَادِى إِلَيْهَا مُلْقِيَ السَّلَمِ

Musuh yang sangat hebat dan pasrah dalam keadaan tunduk dan pasrah
رَدَّتْ بَلَاغَتُهَا دَعْوَىٰ مُعَارِضِهَا

Keindahan sastranya menaklukkan penentangnya
رَدَّالْغَيُوْرِيَدَالْجَانِى عَنِ الْحُرُمِ

Bagai pencemburu membela keluarganya dari tangan jahil yang menjamahnya
لَهَامَعَانٍ كَمَوْجِ الْبَحْرِ فِى مَدَدٍ

Bagi Al-Qur’an berlimpah banyak makna bertambah tambah bak ombak samudera
وَفَوْقَ جَوْهَرِهِ فِى الْحُسْنِ وَالْقِيَمِ

Keindahan dan nilainya melebihi mutira samudera
فَمَا تُعَدُّ وَلَاتُحْصَىٰ عَجَائِبُهَا

Keajaiban ayat ayat Al-Quran tak bisa dibatasi hitungan
وَلَاتُسَامُ عَلَى الْإِكْثَارِبِالسَّأَمِ

Maknanya nan banyak bertebaran sama sekali tak membosankan
قَرَّتْ بِهَاعَيْنُ قَارِيْهَا فَقُلْتُ لَهُ

Sejuklah mata pembacanya lalu kakatakan padanya
لَقَدْ ظَفِرْتَ بِحَبْلِ اللّٰهِ فَاعْتَصِمِ

Sungguh anda telah beroleh bahagia berpeganglah selalu pada tali Allah Ta`ala
إِنْ تَتْلُهَاخِيْفَةً مِنْ حَرِّنَارِلَظَىٰ

Jika karena takut kau membacanya dari panas Neraka Ladha
أَطْفَأْتَ حَرَّ لَظَىٰ مِنْ وِرْدِهَاالشَّبِمِ

Maka kau padamkan panasnya karena kesejukan airnya
كَأَنَّهَا الْحَوْضُ تَبْيَضُّ الْوُجُوْهُ بِهِ

Al-Quran laksana telaga dapat putihkan wajah
مِنَ الْعِصَاةِ وَقَدْجَاءُوْهُ كَالْحُمَمِ

Wajah para pendosa wajah nan hitam arang tak cerah
وَكَالصِّرَاطِ وَكَالْمِيْزَانِ مَعْدَلَةً

Al-Quran tegak bak lurusnya jalan laksana keadilan timbangan
فَالْقِصْطُ مِنْ غَيْرِهَا فِى النَّاسِ لَمْ يَقُمِ

Keadilan selain Al-Quran di kalangan manusia tiada yang langgeng bertahan lama
لَاتَعْجَبَنْ لِحَسُوْدٍ رَاحَ يُنْكِرُهَا

Jangan heran pada pendengki yang berusaha mengingkari
تَجَاهُلًاوَهْوَعَيْنُ الْحَاذِقِ الْفَهِمِ

Pura pura bodoh diri padahal ia cerdas dan memahami
قَدْ تُنْكِرُ الْعَيْنُ ضَوْءَ الشَّمْسِ مِنْ رَمَدٍ

Terkadang mata sakit mengingkari pada sinar matahari
وَيُنْكِرُ الْفَمُ طَعْمَ الْمَاءِ مِنْ سَقَمِ

Segar air tekadang mulut pungkiri karena sakit yang menyilimuti

اَلْفَصْلُ الـسَّابِـعُ

Bagian Ke Tujuh

فِى اِسْرَائِهِ وَمِعْرَاجِهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمَ

Isra Mi’raj nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

يَاخَيْرَمَنْ يَمَّمَ الْعَافُوْنَ سَاحَتَهُ

Wahai sebaik-baiknya manusia, para pencari kebaikan menuju kediamannya
سَعْيًاوَفَوْقَ مُتُوْنِ الْأَيْنُقِ الرُّسُمِ

Dengan berjalan kaki atau unta yang cepat berlari
وَمَنْ هُوَ الْآيَةُ الْكُبْرَىٰ لِمُعْتَبِرٍ

Wahai nabi nan jadi pertanda besar bagi pencari i`tibar
سَرَيْتَ مِنْ حَرَمٍ لَيْلًا إِلَىٰ حَرَمٍ

Dikala malam engkau berjalan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha
كَمَاسَرَى الْبَدْرُ فِى دَاجٍ مِنَ الظُّلَمِ

Bagai purnama yang berjalan menembus malam gulita
وَبِتَّ تَرْقَىٰ إِلَى أَنْ نِلْتَ مَنْزِلَةً

Dan engkau terus meninggi hingga suatu tempat engkau gapai
مِنْ قَابِ قَوْسَيْنِ لَمْ تُدْرَكْ وَلَمْ تُرَمِ

Yaitu tempat sekira – kira busur dua tak bisa dicapai dan diasa
وَقَدَّ مَتْكَ جَمِيْعُ الْأَنْبِيَاءِبِهَا

Para nabi dan utusan mempersilahkan anda di depan
وَالرُّسْلِ تَقْدِيْمَ مَخْدُوْمٍ عَلَى خَدَمِ

Laksana penghormatan pelayan kepada sang majikan
وَأَنْتَ تَخْتَرِقُ السَّبْعَ الطِّبَاقَ بِهِمْ

Engkau tembus langit tujuh petala bersama para Rasul dan Anbiya
فِى مَوْكِبٍ كُنْتَ فِيْهِ صَاحِبَ الْعَلَمِ

Dalam kumpulan malaikat Allah Ta’ala engkaulah menjadi pemimpinnya
حَتَّىٰ إِذَا لَمْ تَدَعْ شَأْوًالِمُسْتَبِقٍ

Hingga tak satu puncak kau sisakan bagi orang yang ingin mendahului
مِنَ الدُّنُوِّ وَلَامَرْقًى لِمُسْتَنِمِ

Tempat dekat dan tempat tinggi bagi pencari derajat tinggi
حَفَضْتَ كُلَّ مَقَامٍ بِالْإِضَافَةِ إِذْ

Dibandingkan dengan derajatmu derajat jadi rendah semua
نُوْدِيْتَ بِالرَّفْعِ مِثْلَ الْمُفْرَدِ الْعَلَمِ

Karena dengan khusus dipanggil namamu bak mufrad alam dalam kekhususannya
كَيْمَا تَفُوْزَ بِوَصْلٍ أَيِّ مُسْتَتِرٍ

Agar kau peroleh hubungan sempurna tertutup dari pandangan mata
عَنِ الْعُيُوْنِ وَسِرٍّ أَيِّ مُكْتَتَمِ

Dan rahasia nan tiada terbuka tersimpan dari makhluk tercipta
فَحُزْتَ كُلَّ فَخَارٍ غَيْرَ مُشْتَرِكٍ

Kau kumpulkan semua kebanggaan keutamaan nan tak terbagi
وَجُزْتَ كُلَّ مَقَامٍ غَيْرَ مُزْدَحَمِ

Kau lewati setiap derajat ketinggian derajat nan tak terdesaki
وَجَلَّ مِقْدَارُمَاوُلِّيْتَ مِنْ رُتَبٍ

Sungguh agung nilainya derajat yang kau dapati
وَعَزَّ إِدْرَاكُ مَاأُوْلِيْتَ مِنْ نِعَمِ

Sungguh jarang lagi langka dapatkan nikmat yang engkau diberi
بُشْرَىٰ لَنَا مَعْشَرَالْإِسْلَامِ إِنَّ لَنَا

Kabar gembira wahai golongan umat Islam
مِنَ الْعِيَانَةِرُكْنًا غَيْرَمُنْهَدِمِ

Bagi kita tiang kokoh jaya takkan roboh padam
لَمَّا دَعَااللّٰهُ دَاعِيْنَا لِطَاعَتِهِ

Tatkala Allah panggil nabi pengajak kita karena ketaatannya kepada Allah SWT
بِأَكْرَمِ الرُّسْلِ كُنَّاأَكْرَمَ الْأُمَامِ

Dengan panggilan rasul termulia maka jadilah kita umat yang paling mulia

اَلْفَصْلُ الـسَّامِنُ

Bagian Ke Delapan

فِى جِهَادِ النَّبِيِّ صَلَى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمَ

Perjuangan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

رَاعَتْ قُلُوْبَ الْعِدَاأَنْبَاءُبِعْثَتِهِ

Berita kenabian jadiakan hati musuh gentar ketakutan
كَنَبْأَةٍ أَجْفَلَتْ غُفْلًا مِنَ الْغَنَمِ

Bak lolongan srigala takutkan kambing nan lupa
مَازَالَ يَلْقَاهُمْ فِى كُلِّ مُعْتَرَكٍ

Nabi tiada henti musuh dilawan dalam setiap medan pertempuran
حَتَّىٰ حَكَوْا بِالْقَنَا لَحْمًاعَلَى وَضَمِ

Hingga daging mereka bertumpukan laksana daging di tempat pemotongan
وَدُّواالْفِرَارَفَكَادُوْايَغْبِطُوْنَ بِهِ

Mereka ingin lari hampir saja mereka berharap diri
أَشْلَاءَشَالَتْ مَعَ الْعِقْبَانِ وَالرَّخَمِ

Anggota badan nan hancur menjauhi, terbang bersama burung rakhmah dan rajawali
تَمْضِى اللَّيَالِى وَلَايَدْرُوْنَ عِدَّتَهَا

Siang malam berlalu hitungannya mereka tak tahu
مَالَمْ تَكُنْ مِنْ لَيَالِى الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ

Selagi siang malam tak berada dalam bulan – bulan nan mulia
كَأَنَّمَاالدِّيْنُ ضَيْفٌ حَلَّ سَاحَتَهُمْ

Islam datang bagai tamu undangan, singgah di halaman sahabat nabi
بِكُلِّ قَرْمٍ إِلَى لَحْمِ الْعِدَاقَرِمِ

Bersama orang-orang jantan yang sangat ingin membunuh musuh Islami
يَجُرُّبَحْرَخَمِيْسٍ فَوْقَ سَابِحَةٍ

Ia membawa lautan pasukan diatas kuda yang berenang jaya
يَرْمِى بِمَوْجٍ مِنَ الْأَطْبَالِ مُلْتَطِمِ

Membawa para pemberani lagi jantan bagai debur ombak samudera
مِنْ كُلِّ مُنْتَدِبٍ لِلّٰهِ مُحْتَسِبٍ

Setiap orang yang penuhi panggilan Allah dan mengharap pahala di sisi Allah
يَسْطُوْبِمُسْتَأْصِلٍ لِلْكُفْرِمُصْطَلِمِ

Menyerang akar kekufuran dengan pedang pembasmi memusnahkan
حَتَّىٰ غَدَتْ مِلَّةُ الْإِسْلَامِ وَهْيَ بِهِمْ

Berkat kegigihan para ksatria hingga jadilah Islam agama
مِنْ بَعْدِغُرْبَتِهَامَوْصُوْلَةَ الرَّحِمِ

Setelah terasing jauh dari pemeluknya terjalin erat hubungan keluarga
مَكْفُوْلَةً أَبَدًامِنْهُمْ بِخَيْرِ أَبٍ

Islam terjamin selamanya dari mereka dengan sebaik-baik Bapak
وَخَيْرِ بَعْلٍ فَلَمْ تَيْتَمْ وَلَمْ تَئِمِ

Dan sebaik-baik suami tercinta mereka takkan jadi yatim dan janda
هُمُ الْجِبَالُ فَسَلْ عَنْهُمْ مُصَادِمَهُمْ

Mereka ksatria bak gunung nan kokoh kuat, maka tanyakan lawan tentang hebatnya gempuran
مَاذَارَأَىٰ مِنْهُمُ فِى كُلِّ مُصْطَدَمِ

Apa yang mereka lihat dalam setiap medan peperangan?
وَسَلْ حُنَيْنًاوَسَلْ بَدْرًاوَسَلْ أُحُدًا

Coba kau tanyakan pada Hunain, Badar dan Uhud sebagai ajang peristiwa
فَصُوْلُ حَتْفٍ لَهُمْ أَدْهَىٰ مِنَ الْوَخَمِ

Semuanya tempat macam kematian terasa lebih ganas dari wabah kolera
الْمُصْدِرِى الْبِيْضِ حُمْرًا بَعْدَ مَاوَرَدَتْ

Pedang mereka nan putih berkilauan kembali menjadi merah padam
مِنَ الْعِدَا كُلَّ مُسْوَدٍّ مِنَ اللِّمَمِ

Setelah banyak memenggal leher lawan hitam sehitam rambut nan kelam
وَالْكَاتِبِيْنَ بِسُمْرِ الْخَطِّ مَاتَرَكَتْ

Dengan kayu khat sebagai tombak senjata mereka tusukkan pada para musuh
أَقْلَامُهُمْ حَرْفَ جِسْمٍ غَيْرَ مُنْعَجِمِ

Tombak pena takkan tinggalkan sisa daging terkoyak dari tubuh
شَاكِى السِّلَاحِ لَهُمْ سِيْمَا تُمَيِّزُهُمْ

Para tentara nan tajam senjatanya miliki tanda pembeda
وَالْوَرْدُ يَمْتَازُ بِالسِّيْمَاعَنِ السَّلَمِ

Bak mawar nan mempesona dengan pohon salam ada tanda pembeda
تَهْدِى إِلَيْكَ رِيَاحُ النَّصْرِ نَشْرَهُمُ

Angin kemenangan kirimkan padamu semerbak keharuman tentara
فَتَحْسَبُ الزَّهْرَ فِى الْأَكْمَامِ كُلَّ كَمِى

Hingga bunga di kelopak tersangka olehmu tentara nan gagah perkasa
كَأَنَّهُمْ فِى ظُهُوْرِ الْخَيْلِ نَبْتُ رُبًا

Seakan-akan mereka dipunggung kuda laksana pepohonan di bukit tinggi
مِنْ شِدَّةِ الْحَزْمِ لَامِنْ شِدَّةِ الْحُزُمِ

Karena kuatnya kemantapan belaka bukan karena kuatnya tali
طَارَتْ قُلُوْبُ الْعِدَا مِنْ بَأْسِهِمْ فَرَقًا

Hati para musuh goncang duka karena takut serangan dahsyat para ksatria
فَمَا تُفَرِّقُ بَيْنَ الْبَهْمِ وَالْبُهَمِ

Maka tak dapat bedakan antara kumpulan anak domba dan sekelompok pemberani perkasa
وَمَنْ تَكُنْ بِرَسُوْلِ اللّٰهِ نَصْرَتُهُ

Barangsiapa meraih kemenangan sebab Rasulullah nabi pilihan
إِنْ تَلْقَهُ الْأُسْدُ فِى آجَامِهَا تَجِمِ

Bila singa di rimba menjumpainya, maka akan diam tunduk padanya
وَلَنْ تَرَىٰ مِنْ وَلِىٍّ غَيْرِ مُنْتَصِرٍ

Tak kau lihat kekasih beriman kecuali beroleh kemenangan
بِهِ وَلَامِنْ عَدُوٍّ غَيْرِ مُنْقَصِمِ

Dan tak kau lihat musuh nabi utusan kecuali mendapat kekalahan
أَحَلَّ أُمَّتَهُ فِى حِرْزِ مِلَّتِهِ

Nabi tempatkan umatnya dalam benteng agamanya
كَاللَّيْثِ حَلَّ مَعَ الْأَشْبَالِ فِى أَجَمِ

Bagai singa tempatkan anak – anaknya dalam hutan belantara
كَمْ جَدَّلَتْ كَلِمَاتُ اللّٰهِ مِنْ جَدِلٍ

Seringkali kitab suci al-quran jatuhkan musuh dalam perdebatan
فِيْهِ وَكَمْ خَصَمَ الْبُرْهَانُ مِنْ خَصِمِ

Dan telah banyak dalil – dalil pasti kalahkan musuh – musuh sejati
كَفَاكَ بِالْعِلْمِ فِى الْأُمِّىِّ مُعْجِزَةً

Cukup sudah bagimu mukjizat keilmuan pada seorang yang ummy (tidak bisa baca & tulis)
فِى الْجَاهِلِيَّةِ وَالتَّأْدِيْبِ فِى الْيُتُمِ

Di zaman Jahiliyah dan cukuplah bagimu mukjizat peradaban pada seorang yatim (tak beribu dan ayah)

اَلْفَصْلُ الـتَّاسِعُ

Bagian Ke Sembilan

فِى التَّوْسِلِ بِالنَّبِيِّ صَلَى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمَ

Tawassul kepada Rasulullah SAW

خَدَمْتُهُ بِمَدِيْحٍ أَسْتَقِيْلُ بِهِ

Kupuja nabi dengan pujian kumohon adanya pengampunan
ذُنُوْبَ عُمْرٍ مَضَىٰ فِى الشِّعْرِ وَالْخِدَمِ

Dosa–dosa hidup yang terlewatkan dalam bersyair dan pujian
إِذْ قَلَّدَ اِنَى مَاتُخْشَىٰ عَوَاقِبُهُ

Keduanya mengalungi diriku sesuatu yang menakutkan akibatnya dengan dua perkara itu
كَأَنَّنِى بِهِمَا هَدْىٌ مِنَ النَّعَمِ

Seakan akan diriku hewan sembelihan berupa unta
أَطَعْتُ غَىَّ الصِّبَافِى الْحَالَتَيْنِ وَمَا

Kuturuti bujuk rayu masa muda dalam bersyair dan memuja
حَصَلْتُ إِلَّاعَلَى الْآثَامِ وَالنَّدَمِ

Tak ada yang ku dapatkan kecuali dosa dan penyesalan
فَيَا خَسَارَةَ نَفْسٍ فِى تِجَارَتِهَا

Alangkah ruginya jiwa dalam perdagangannya
لَمْ تَشْتَرِ الدِّيْنَ بِالدُّنْيَا وَلَمْ تَسُمِ

Tak pernah beli agama dengan dunia dan pernah menawarnya
وَمَنْ يَبِعْ آجِلًا مِنْهُ بِعَاجِلِهِ

Barangsiapa menjual akhirat dengan dunia kebahagian sesaat
يَبِنْ لَهُ الْغَبْنُ فِى بَيْعٍ وَفِى سَلَمِ

Maka nyata baginya kerugian dalam jual beli dan akad salam* [Akad Pemesanan Barang]
إِنْ آتِ ذَنْبًا فَمَا عَهْدِى بِمُنْتَقِضٍ

Jika dosa kulakukan janjiku pada nabi tidaklah terputuskan
مِنَ النَّبِىِّ وَلَاحَبْلِى بِمُنْصَرِمِ

Dan juga tali hubungan takkan terputuskan
فَإِنَّ لِى ذِمَّةً مِنْهُ بِتَسْمِيَتِى

Sesungguhnya ku punya jaminan namaku Muhammad sesuai dengan Nabi
مُحَمَّدًاوَهْوَأَوْفَى الْخَلْقِ بِالذِّمَمِ

Nabi lebih sempurnanya makhluk ciptaan dalam menepati janji
إِنْ لَمْ يَكُنْ فِى مَعَادِى آخِذًابِيَدِى

Jika di akhirat Nabi tak ulurkan tangan menolongku sebagai fadhal keutamaan
فَضْلًاوَإِلَّافَقُلْ يَازَلَّةَ الْقَدَمِ

Maka sampaikanlah kata “wahai orang yang tergelincir kakinya”
حَاشَاهُ أَنْ يَحْرِمَ الرَّاجِى مَكَارِمَهُ

Maha suci Allah ta’ala nabi tak tolak pengharap syafaatnya
أَوْيَرْجِعَ الْجَارُ مِنْهُ غَيْرَمُحْتَرَمِ

Atau tetangga kembali darinya tanpa dihormati dan dimuliakan
وَمُنْذُ أَلْزَمْتُ أَفْكَارِى مَدَائِحَهُ

Sejak kucurahkan segala pikiran untuk memberikan aneka pujian
وَجَدْتُهُ لِـخَلَاصِى خَيْرَ مُلْتَزِمِ

Maka untuk keselamatanku nabi kudapatkan sebaik baik pemberi jaminan
وَلَنْ يَفُوْتَ الْغِنَىٰ مِنْهُ يَدًا تَرِبَتْ

Pemberian nabi takkan luputkan setiap tangan yang membutuhkan
إِنَّ الْـحَيَا يُنْبِتُ الْأَزْهَارَ فِى الْأَكَمِ

Susungguhnya hujan akan menghidupi bunga – bunga di bukit tinggi
وَلَمْ أُرِدْ زَهْرَةَ الدُّنْيَاالَّتِى اقْتَطَفَتْ

Aku tidaklah mengharapkan dunia yang penuh kenikmatan
يَدَا زُهَيْرٍ بِمَاأَثْنَىٰ عَلَىٰ هَرِمِ

Seperti yang zuhair petik dengan tangannya atas raja haram yang ia puja

اَلْفَصْلُ الْعَـاشِرُ

Bagian Ke Sepuluh

فِى الْمُنَاجَاةِ وَعَرْضِ الْحَاجَاتِ

Bermunajat dan Meminta Hajat

يَا أَكْرَمَ الْخَلْقِ مَالِيْ مَنْ أَلُـوذُ بِهِ

Wahai makhluk paling mulia, tiada orang tempat perlindungan hamba
سِوَاكَ عِنْدَ حُلُوْلِ الحَادِثِ العَمِمِ

Selain engkau baginda kala huru hara kiamat melanda semua manusia
وَلَنْ يَضِيْقَ رَسُوْلَ اللّٰهِ جَاهُكَ بِيْ

Wahai Rasulullah, keagunganmu tiada sempit karena hamba
إِذَا الْكَرِيْمُ تَجَلَّىٰ بِاسْمِ مُنْتَقِمِ

Tatkala Dzat yang Maha Mulia bersifat dengan nama Dzat Penyiksa
فَإِنَّ مِنْ جُوْدِكَ الدُّنْيَا وَضَرَّتَهَا

Di antara kemurahanMu adalah Dunia dan Akhirat Baqa
وَمِنْ عُلُوْمِكَ عِلْمَ اللَّوْحِ وَالْقَلَمِ

Dan diantara ilmuMu adalah ilmu Lauh Mahfudh dan kalam pena
يَا نَفْسُ لَاتَقْنَطِيْ مِنْ زَلَّةٍ عَظُمَتْ

Wahai jiwa janganlah putus asa karena dosa besar yang telah dilakukan
إِنَّ الْكَبَآائِرَ فِى الْغُفْرَانِ كَاللَّمَمِ

Sesungguhnya dosa-dosa besar dalam luasnya ampunan Allah seperti kecil dan ringan
لَعَلَّ رَحْمَةَ رَبِّى حِيْنَ يَقْسِمُهَا

Semoga Rahmat Allah SWT, ketika dibagi-bagikan
تَأْتِي عَلىٰ حَسَبِ الْعِصْيَانِ فِي الْقِسَمِ

Datang, sampai kepadaku dalam pembagian sesuai dengan nilai kedurhakaanku
يَارَبِّ وَاجْعَلْ رَجَائِى غَيْرَ مُنْعَكِسٍ

Ya allah jadikanlah harapanku tak berbeda dengan apa yang ada disisi-Mu
لَدَيْكَ وَاجْعَلْ حِسَابِى غَيْرَ مُنْخَرِمِ

Dan jadikanlah keyakinanku tiada putus – putus kepada-Mu
وَالْطُفْ بِعَبْدِكَ فِي الدَّارَيْنِ إِنَّ لَهُ

Ya Allah, kasihanilah hamba-mu ini dalam dunia dan akhirat nanti
صَبْرًا مَتٰى تَدْعُهُ الْأَهْوَالُ يَنْهَزِمِ

Sesungguhnya ia punya kesabaran jika bencana menimpa lari tak tahan
وَأْذَنْ لِسُحْبِ صَلاَةٍ مِنْكَ دَائِمَةٍ

Ya Allah, semoga Engkau curahkan awan shalawat-Mu abadi tak terbatas
عَلَى النَّبِىِّ بِمُنْهَلٍّ وَمُنْسَجِمِ

Kepada junjungan Nabi Agung Muhammad SAW, layaknya hujan mengalir deras
مَارَنَّحَتْ عَذَبَاتِ الْبَانِ رِيحُ صَبًا

Selagi angin timur masih mendoyongkan dahan – dahan pohon ban
وَأَطْرَبَ الْعِيْسَ حَادِى الْعِيْسِ بِالنَّغَمِ

Dan selagi pengembala unta senangkan unta dengan merdu suara
ثُمَّ الرِّضَا عَنْ أَبِي بَكْرٍ وَعَنْ عُمَرٍ

Kemudian ridha Allah semoga tetap tercurah ruah untuk Abu bakar, Umar
وَعَنْ عَلِيٍّ وَعَنْ عُثْمَانَ ذِي الْكَرَمِ

Ali dan Utsman, mereka shahabat –shahabat yang memiliki kemuliaan yang tinggi
وَالْآلِ وَالصَّحْبِ ثُمَّ التَّابِعِيْنَ فَهُمْ

Juga keluarga dan shahabatnya kemudian para Tabi`in
أَهْلُ التُّقٰى وَالنَّقَا وَالحِلْمِ وَالْكَرَمِ

Dan pengikutnya mereka ahli taqwa dan kesucian bersifat penyantun dan dermawan
يَا رَبِّ بِالمُصْطَفَىٰ بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا

Ya Allah, semoga dengan berkah nabi yang terpilih, gandakanlah segala cita-cita kami
وَاغْفِرْ لَنَا مَامَضَىٰ يَاوَاسِعَ الْكَرَمِ

Dan ampunilah segala dosa kami yang telah lalu wahai dzat yang luas kemurahannya
وَاغْفِرْ إِلٰهِى لِكُلِّ الْمُسْلِمِيْنَ بِمَا

Ampunilah wahai Tuhan kami dosa – dosa kaum muslimin semua
يَتْلُوْنَ فيِ الْمَسْجِدِ الْأَقْصَىٰ وَفىِ الْحَرَمِ

Berkat Al-Quran yang mereka baca di Masjidil Haram dan Aqsha
بِجَاهِ مَنْ بَيْتَهُ فيِ طَيْبَةٍ حَرَمٌ

Dengan keagungan nabi yang tinggal di tanah suci
وَاسْمُهُ قَسَمٌ مِنْ أَعْظَمِ الْقَسَمِ

Namanya menjadi sumpah paling agungnya sumpah
وَهٰذِهِ بُرْدَةُ المُخْتَارِقَدْخُتِمَتْ

Inilah sair-sair burdah yang telah sampai pada penghabisan
وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ فِى بِدْءٍ وَفِى خَتَمِ

Segala puji bagi Allah SWT, dari permulaan sampai penghabisan
أَبْيَاتُهَا قَدْ أَتَتْ سِتِّيْنَ مَعْ مِائَةٍ

Bait- bait Qashidah Burdah sebanyak seratus enam puluh buah
فَرِّجْ بِهَاكَرْبَنَا يَاوَاسِعَ الْكَرَمِ

Berkat burdah lapangkan segala duka cita wahai dzat yang maha luas kemurahan-Nya

================================

اَلْقَصِيْدَةُ الْمُضَرِّيَّةُ

Qashidah Mudharriyah

يَارَبِّ صَلِّ عَلَى الْمُخْتَارِ مِنْ مُضَرٍ

Ya Tuhanku, limpahkanlah rahmat-Mu untuk Nabi pilihan dari suku Muhdar

وَالْأَنْبِيَاوَجَمِيْعِ الرُّسْلِ مَاذُكِرُوْا

juga untuk seluruh Nabi dan Rasul yang telah lalu.

وَصلِّ رَبِّ عَلَى الهَادِى وَشِيْعَتِهِ

Shalawat-Mu, wahai Tuhanku, atas Nabi pembawa hidayah beserta seluruh pengikut

وَصَحْبِهِ مَنْ لِطَيِّ الدِّيْنِ قَدْ نَشَرُوْا

dan shabatnya yang telah berjasa menyebarluaskan agama ini

وَجَاهَدُوْا مَعَهُ فِى اللّٰهِ وَاجْتَهَدُوْا

Yang telah ikut berjihad dan berijtihad bersama beliau

وَهَاجَرُوْا وَلَهُ آوَوْا وَقَدْ نَصَرُوْا

juga yang ikut hijrah bersama beliau, dan yang memberi tempat singgah serta memenangkan misi beliau.

وَبَيِّنُوا الْفَرْضَ وَالْمَسْنُوْنَ وَاعْتَصَبُوْا

Yang telah menerangkan hukum wajib dan sunah secara bersatu padu

لِلّٰهِ وَاعْتَصَمُوْا بِاللّٰهِ فانْتَصُرُوْا

berupaya tanpa pamrih, dan berpegang teguh pada agama Allah hingga mereka mendapatkan kemenangan.

أَزْكَىٰ صَلَاةٍ وأَنْمَاهَا وأَشْرَفَهَا

Yaitu shalawat-Mu yang suci sesuci-sucinya, sebanyak-banyaknya, dan semulia-mulianya

يُعَطِّرُ الْكَوْنَ رَيًّا نَشْرِهَا الْعَطِرُ

yang menerbarkan harum semerbak di seluruh alam semesta.

مَعْبُوْقَةً بِعَبِيْقِ الْمِسْكِ زَاكِيَةً

Keharuman yang bercampur dengan misik kesturi yang mahal

مِنْ طِيْبِهَا أَرَجُ الرِّضْوَانِ يَنْتَشِرُ

yang aromanya tersebar luaslah keridhoan-Mu.

عَدَّ الحَصَىٰ والثَّرَىٰ وَالرَّمْلِ يَتْبَعُهَا

Sebanyak jumlah batuan, pasir beserta debunya

نَجْمُ السَّمَا ونَبَاتُ الْأَرْضِ وَالمَدَرُ

juga sebanyak bintang gemintang di langit, tanaman, dan kerikil di bumi.

وَعَدَّ وَزْنِ مَثَاقِيْلِ الْجِبَالِ كَمَا

Dan sejumlah beratnya timbangan gunung-gunung

يَلِيْهِ قَطْرُ جَمِيْعِ الْمَاءِ وَالمَطَرُ

sejumlah seluruh tetesan air yang mengalir dan air hujan.

وَعَدَّ مَا حَوَتِ الْأَشْجَارُ مِنْ وَرَقٍ

Juga sejumlah dedaunan yang terdapat di pepohonan

وَكُلِّ حَرْفٍ غَدَا يُتْلَىٰ ويُسْتَطَرُ

sebanyak semua huruf yang terbaca oleh lisan dan tertulis oleh pena.

وَالْوَحْشِ وَالطَّيْرِ وَالْأَسْمَاكِ مَعْ نَعَمٍ

Sebanyak jenis dan jumlah biantang liar, burung-burung, ikan dan hewan ternak.

يَلِيْهِمُ الْجِنُّ وَالْأَمْلَاكُ وَالْبَشَرُ

Juga sejumlah jin, malaikat dan manusia.

وَالذَّرُّوالنَّمْلُ مَعْ جَمْعِ الْـحُبُوْبِ كَذَا

Sebanyak jumlah atom, semut dan semua jenis biji-bijian

وَالشَّعْرُ وَالصُّوْفُ وَالْأَرْيَاشُ وَالْوَبَرُ

juga sejumlah helai rambut manusia, hewan, dan bulu segala jenis binatang.

وَمَا أَحَاطَ بِهِ الْعِلْمُ المُحِيْطُ وَمَا

Seluas kandungan ilmu Allah tentang makhluk dan apa

جَرَىٰ بِهِ الْقَلَمُ الْمَأْمُوْرُ وَالْقَدَرُ

yang ditulis qalam (pena) yang memuat suratan takdir.

وَعَدَّ نَعْمَائِكَ اللَّاتِيْ مَنَنْتَ بِهَا

Sebanyak nikmat-nikmat-Mu,yang telah Engkau karuniakan

عَلَى الْخَلَائِقِ مُذْ كَانُوْا وَمُذْ حُشِرُوْا

kepada semua makhluk-Mu yang dahulu dan yang akan datang.

وَعَدَّ مِقْدَارِهِ السَّامِي الَّذِيْ شَرُفَتْ

Setinggi jumlah derajat yang di capai

بِهِ النَّبِيُّوْنَ وَالْأَمْلَاكُ وَافْتَخَرُوْا

oleh masing-masing Nabi dan malaikat yang mulia, dengan maqam tersebut.

وَعَدَّ مَا كَانَ فِى الْأَكْوَانِ يَا سَنَدِى

Sebanyak apa yang pernah ada kemudian tiada di alam jagat raya

وَمَا يَكُوْنُ إِلَىٰ أَنْ تُبْعَثَ الصُّوَرُ

dan apa yang masih ada maupun yang akan ada sampai kiamat.

في كُلِّ طَرْفَةِ عَيْنٍ يَطْرِفُوْنَ بِهَا

Sebanyak tiap kedipan mata yang digerakan

أَهْلُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ أَوْ يَذَرُوْا

setiap penduduk langit dan bumi.

مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ مَعْ جَبَلٍ

Sepenuh isi langit dan bumi, gunung

وَالْفَرْشِ وَالْعَرْشِ وَالْكُرْسِي وَمَا حَصَرُوْا

dan hamparan, dan seluas arsy, kursy, dan semua yang terdapat di dalamnya.

مَاأَعْدَمَ اللّٰهُ مَوْجُوْدًا وَأَوْجَدَ

Yang terus-menerus tiada henti selama Allah meniadakan yang ada

مَعْدُوْمًاصَلَاةً دَوَامًا لَيْسَ تَنْحَصِرُ

dan mengadakan yang tiada, dengan berkelanjutan tanpa batas.

تَسْتَغْرِقُ الْعَدَّ مَعْ جَمْعِ الدُّهُوْرِكَمَا

Yang melampai batas tanpa hitungan, dan menembus seluruh zaman

تُحِيْطُ بِالْـحَدِّ لَاتُبْقِى وَلَاتَذَرُ

yang terus berjalan menjangkau apapun tanpa menyisakan.

لَاغَايَةً وَانْتِهَاءً يَاعَظِيْمُ لَهَا

Yang tak berujung,tak berpangkal dan tak kenal habis, wahai Dzat Yang Maha Agung

وَلَالَهَا أَمَدٌ يُقْضَىٰ فَيُعْتَبَرُ

Yang tak mengenal batas waktu hingga tak bisa di kira-kira.

وَعَدَّ أَضْعَافِ مَاقَدْ مَرَّ مِنْ عَدَدٍ

Sebanyak jumlah kelipatan jumlah yang telah tersebut

مَعْ ضِعْفِ أَضْعَافِهِ يَامَنْ لَهُ الْقَدَرُ

ditambah kelipatan dari kelipatan tersebut, Wahai Dzat Yang Maha Kuasa melakukan segala sesuatu.

كَمَا تُحِبُّ وَتَرْضَىٰ سَيِّدِى وَكَمَا

Seperti yang Engkau sukai dan ridhoi seperti shalawat

أَمَرْتَنَا أَنْ نُصَلِّى أَنْتَ مُقْتَدِرُ

yang Engkau perintahkan kepada kami, Engkaulah Yang Maha Kuasa.

مَعَ السَّلَامِ كَمَا قَدْ مَرَّ مِنْ عَدَدٍ

Beserta salam yang jumlahnya juga sebanyak bilangan di atas

رَبِّى وَضَاعِفْهُمَا وَالْفَصْلُ مُنْتَشِرُ

ya Rabbi. Bahkan lipat gandakan nilai bilangan shalawat dan salam kami terus-menerus, anugerah-Mu tak terbatas.

وَكُلُّ ذٰلِكَ مَضْرُوْبٌ بِحَقِّكَ فِى

Dan setiap shalawat serta salam tersebut di kalikan dengan

أَنْفَاسِ خَلْقِكَ إِنْ قَلُّوْا وَإِنْ كَثُرُوْا

jumlah seluruh napas makhluk-Mu, baik yang sedikit maupun yang banyak.

يَارَبِّ وَاغْفِرْلِقَارِيهَاوَسَامِعِهَا

Ya Tuhanku, hapuskanlah dosa-dosa orang yang membaca shalawat ini, juga yang mendengarnya

وَالْمُسْلِمِيْنَ جَمِيْعًا أَيْنَمَاحَضَرُوْا

dan semua muslimin dimanapun mereka berada.

وَوَالِدِيْنَاوَأَهْلِيْنَاوَجِيْرَتِنَا

Juga kedua orang tua kami, keluarga kami, tetangga kami,

وَكُلُّنَاسَيِّدِيْ لِلْعَفْوِمُفْتَقِرُ

dan kami semua, ya Tuhan kami sangat membutuhkan ampunan-Mu.

وَقَدْ أَتَيْتَ ذُنُوْبًا لَاعِدَادَلَهَا

Sungguh, aku telah melakukan dosa-dosa yang tak terhitung jumlahnya,

لٰكِنَّ عَفْوَكَ لَايُبْقِى وَلَايَذَرُ

namun luasnya ampunan-Mu dapat menghapuskan dosa-dosa tersebut sampai tak tersisa.

وَالْهَمُّ عَنْ كُلِّ مَاأَبْغِيْهِ أَشْغَلَنِى

Kepayahan dalam usaha mencari apa yang kuharapkan telah menyita banyak waktuku

وَقَدْ أَتَىٰ خَاضِعًا وَالْقَلْبُ مُنْكَسِرُ

sekarang aku datang bersimpuh di hadapan-Mu dalam kehinaan.

أَرْجُوْكَ يَارَبِّ فِى الدَّارَيْنِ تَرْحَمُنَا

Ya Tuhanku, aku memohon agar Engkau mengasihi kali di dunia dan akhirat

بِجَاهِ مَنْ فِى يَدَيْهِ سَبَّحَ الْحَجَرُ

dengan kemuliaan Nabi Muhammad SAW, seorang yang batupun bertasbih di tangannya.

يَارَبِّ أَعْظِمْ لَنَا أَجْرًا وَمَغْفِرَةً

Ya Tuhanku, besarkan dan limpahkan untuk kami pahala serta ampunan-Mu,

فَإِنَّ جُوْدَكَ بَحْرٌ لَيْسَ يَنْحَصِرُ

karena kemurahan-Mu bagai lautan tak bertepi.

وَاقْضِ دُيُوْنًا لَهَا الْأَخْلَاقُ ضَائِفَةٌ

Dan lunaskanlah hutang-hutang kami,  yang membuat ruang gerak kami seakan menjadi sempit

وَفَرِّجِ الْكَرْبَ عَنَّا أَنْتَ مُقْتَدِرُ

dan bebaskan kami dari kesulitan yang menimpa kami, Engkau Maha kuasa.

وَكُنْ لَطِيْفًا بِنَا فِى كُلِّ نَازِلَةٍ

Dan kasihanilah kami pada setiap bencana yang melanda kami

لُطْفًا جَمِيْلًابِهِ الْأَهْوَالُ تَنْحَسِرُ

karena dengan kasih-Mu segala yang menakutkan itu akan sirna

بِالْمُصْطَفَى الْمُجْتَبَىٰ خَيْرَ الْأَنَامِ وَمَنْ

Dengan kemuliaan Muhammad Rasulullah SAW sebaik-baik manusia  

جَلَالَةً نَزَلَتْ فِى مَدْحِهِ السُّوَرُ

 yang telah turun ayat-ayat suci berisi pujian dan sanjungan terhadapnya

ثُمَّ الصَّلَاةُ عَلَى الْمُخْتَارُمَاطَلَعَتْ

Kemudian sebagai penutup, semoga kasih sayang-Mu selalu terlimpah untuk Al Mukhtar (Yang Terpilih – Rasulullah),

شَمْسَ النَّهَارِوَمَاقَدْ شَعْشَعَ الْقَمَرُ

selama matahari masih terbit dan rembulan masih memancarkan sinarnya.

ثُمَّ الرِّضَاعَنْ أَبِى بَكْرٍخَلِيْفَتِهِ

Kami memohon pula ridho-Mu untuk Khalifah Abu Bakar

مَنْ قَامَ مِنْ بَعْدِهِ لِلدِّيْنِ يَنْتَصِرُ

yang telah berjasa mengemban misi agama ini setelah beliau tiada hingga berhasil.

وَعَنْ أَبِى حَفْصٍ اَلْفَارُوْقِ صَاحِبِهِ

Begitu pula untuk Abu Hafsh Al-Faruq Umar bin Khathab,

مَنْ قَوْلُهُ الْفَصْلُ فِى أَحْكَامِهِ عُمَرُ

orang yang perkataannya terkenal selalu benar dan yang tegas dalam berhukum.

وَجُدْ لِعُثْمَانَ ذِى النُّوْرَيْنِ مَنْ كَمُلَتْ

Juga untuk Utsman bin Affan Dzin-Nurain (orang yang memiliki dua cahaya)

لَهُ الْمُحَاسِنُ فِى الدَّارَيْنِ وَالظَّفَرُ

yang memiliki kebaikan dan kemenangan sempurna dunia dan akhirat.

كَذَا عَلِىٌّ مَعَ ابْنَيْهِ وَأُمِّهِمَا

Juga untuk Ali serta kedua putranya dan ibu kedua putranya (Sayidah Fatimah)

أَهْلُ الْعَبَاءِكَمَا قَدْجَاءَنَا الْخَبَرُ

mereka itu adalah Ahlul-Aba (keluarga dalam pelukan kasih sayang Nabi) sebagaimana di sebutkan dalam hadist.

كَذَا خَدِيْجَتُنَا الْكُبْرَى الَّتِى بَذَلَتْ

Begitu pula untuk Khodijah Al Kubra, wanita yang mengorbankan

أَمْوَالَهَا لِرَسُوْلِ اللّٰهِ يَنْتَصِرُ

hartanya untuk dakwah Rasulullah hingga Beliau meraih kemenangan.

وَالطَّاهِرَاتُ نِسَاءُ الْمُصْطَفَىٰ وَكَذَا

Dan para wanita suci, istri-istri Nabi Al Musthafa juga untuk

بَنَاتُهُ وَبَنُوْهُ كُلَّمَا ذُكِرُوْا

putra dan putri beliau selama mereka dikenang.

سَعْدٌ سَعِيْدُبْنُ عَوْفٍ طَلْحَةٌ وَأَبُوْ

Juga untuk para sahabat Nabi, Sa’ad bin Abi Waqas, Sa’id bin Jubair, Abdurahman bin Auf, Thalhah bin Ubaidillah, dan Abu

عُبَيْدَةٍ وَزُبَيْرٌ سَادَةٌ غُبَرُ

Ubaidah bin Jarrah dan Zubair bin Awwam, pemimpin-pemimpin yang berwibawa.

وَحَمْزَةٌ وَكَذَا الْعَبَّاسُ سَيِّدُنَا

Begitu juga untuk Hamzah dan Abbas beserta putranya (Abdullah bin Abbas)

وَنَجْلُهُ الْـخَبْرُ مَنْ زَالَتْ بِهِ الْغِيَرُ

seorang ulama yang dapat menyelesaikan berbagai masalah sesulit apapun.

وَالْآلُ وَالصَّحْبُ وَالْأَتْبَاعُ قَاطِبَةً

Dan untuk keluarga, sahabat, dan pengikutnya

مَاجَنَّ لَيْلُ الدَّيَاجِى أَوْ بَدَ السَّحَرُ

selama malam masih beredar, atau selama fajar masih menyingsing.

مَعَ الرِّضَامِنْكَ فِى عَفْوٍ وَعَافِيَةٍ

Semua itu beserta keridhaan, ampunan, serta kesejahteraan dari-Mu

وَحُسْنِ خَاتِمَةٍ إِنْ يَنْقَضِى الْعُمُرُ

dan semoga khusnul khatimah dapat tercapai menjelang ajal nanti.

===========================

اَلْقَصِيْدَةُ الْمُحَمَّدِيَّةُ
Qashidah Muhammadiyyah

مُحَمَّدٌ اَشْرَفُ الْأَعْـرَابِ وَالْعَجَـمِ
مُحَمَّدٌ خَيْرُ مَنْ يَمْشِىْ عَلَى قَدَمِ
Muhammad (pbuh) is the most noble of the Arabs and the non-Arabs (‘Ajam). Muhammad (pbuh) is the best of those who walk by footstep
Muhammad SAW adalah yang paling mulia untuk bangsa Arab dan Non Arab (‘Ajam). Muhammad SAW adalah yang terbaik dari semua orang yang berjalan di muka bumi

مُحَمَّدٌ بَاسِـطُ الْمَعْـرُوْفِ جَامِعُهُ
مُحَمَّدٌ صَـاحِبُ الْإِحْسَـانِ وَالْكَـرَمِ
Muhammad (pbuh) encompasses all that is good. Muhammad (pbuh) is the owner of excellence and nobility
Muhammad SAW adalah luas kebaikannya, Dialah pengumpulnya. Muhammad SAW adalah penghulu segala kebaikan dan kemuliaan

مُحَمَّدٌ تَاجُ رُسْــلِ اللّٰهِ قَاطِبَـةً
مُحَمَّدٌ صَادِقُ الْأَقْـوَالِ وَالْكَـلِـمِ
Muhammad (pbuh) is the crown of the Messengers of Allah, without exception. Muhammad (pbuh) is the most truthful in words and speech
Muhammad SAW adalah mahkota para Rasul Allah, seluruhnya. Muhammad SAW adalah yang paling jujur dalam tutur kata dan ucapan

مُحَمَّدٌ ثَابِتُ الْمِيْثَاقِ حَافِـظُـهُ
مُحَمَّدٌ طَـيِّبُ الْأَخْـلَاقِ وَالشِّـيَـمِ
Muhammad (pbuh) is firm in his promise, guarding it. Muhammad (pbuh) is good-natured in manners and character
Muhammad SAW selalu menepati janjinya, menjaganya. Muhammad SAW sangat baik akhlak dan pribadinya

مُحَمَّدٌ رُوِيَتْ بِالنُّـوْرِطِيْنَـتُـهُ
مُحَمَّدٌ لَمْ يَـزَلْ نُوْرًا مِنَ الْقِـــدَمِ
Muhammad (pbuh), his nature was given divine light to drink. Muhammad (pbuh) his light has continued from ancient time
Muhammad SAW, sifat-sifatnya diturunkan dari cahaya (nur) Ilahi. Muhammad SAW cahayanya terus menerus bersinar sejak dulu kala

مُحَمَّدٌ حَاكِـــمٌ بِالْعَـدْلِ ذُوْ شَـرَفٍ
مُحَمَّدٌ مَعْـدِنُ الْإِنْعَــامِ وَالْحِـكَمِ
Muhammad (pbuh) judges with justice, possessing honour.Muhammad (pbuh) is a treasure-trove of blessings and wisdom
Muhammad SAW adalah hakim yang adil, memiliki wibawa. Muhammad SAW adalah sumber keberkahan (nikmat) dan hikmah

مُحَمَّدٌ خَيْرُ خَلْقِ اللّٰهِ مِنْ مُضَـرٍ
مُحَمَّدٌ خَـيْرُ رُسْــلِ اللّٰهِ كُــلِّـهِـمِ
Muhammad (pbuh) is the best of the creation of Allah, from the lineage of Mudar. Muhammad (pbuh) is the best of all the Messengers of Allah
Muhammad SAW adalah makhluk terbaik dari semua ciptaan Allah, dari garis keturunan Mudhar. Muhammad SAW adalah yang terbaik dari semua Rasul Allah

مُحَمَّدٌ دِيْنُــهُ حَقٌّ نَــدِيْنُ بِــهِ
مُحَمَّدٌ مُجْــمِـلًا حَـقًّـا عَلَى عَـلَـمِ
Muhammad (pbuh), his way of life is truth, we follow it with him. Muhammad (pbuh) comprehensive excellence, truly is his distinguishing mark
Muhammad SAW, agamamya adalah kebenaran, kita mengikuti kebenarannya. Muhammad SAW adalah kebenaran yang sebenar-benarnya

مُحَمَّدٌ ذِكْــرُهُ رَوْحٌ لِأَنْفُسِــنَا
مُحَمَّدٌ شُـكْــرُهُ فَرْضٌ عَلَى الْأُمَــمِ
Muhammad (pbuh), his mention is a refreshment for our souls. Muhammad (pbuh) thanking him is an obligation upon the communities
Muhammad SAW, mengingati namanya (bersholawat) merupakan penentram bagi ruh (jiwa) kita. Muhammad SAW, berterima kasih kepadanya adalah kewajiban bagi umatnya

مُحَمَّدٌ زِيْنَــةُ الدُّنْيَـا وَبَـهْـجَــتُـهَـا
مُحَمَّدٌ كَــاشِـفُ الْغُــمَاتِ وَالظُّـلَـمِ
Muhammad (pbuh) is the adornment of the world and its splendour. Muhammad (pbuh) is the one who removes the grief and the gloom
Muhammad SAW adalah perhiasan dunia dan kemegahan. Muhammad SAW adalah penghibur lara dari kesedihan dan kegelapan

مُحَمَّدٌ سَــيِّـدٌ طَـابَتْ مَنَــاقِبُــهُ
مُحَمَّدٌ صَـاغَـهُ الرَّحْمٰـنُ بِالنِّـعَـمِ
Muhammad (pbuh) is a master, his virtuous deeds are delightful. Muhammad (pbuh) the Merciful shaped him with kindness
Muhammad SAW adalah penghulu kebaikan. Muhammad SAW, diberikan sebaik-baik nikmat oleh Allah

مُحَمَّدٌ صَفْـوَةُ الْبَـارِىْ وَخِـيْرَتُهُ
مُحَمَّدٌ طَـاهِــرٌمِنْ سَـائِـرِالتُّـهَــمِ
Muhammad (pbuh), the elite of the Creator and His choice. Muhammad (pbuh) innocent of all accusations
Muhammad SAW, adalah sosok anggun dari semua penciptaan makhluk Allah. Muhammad SAW terpelihara dari perbuatan dosa dan dari semua sangkaan

مُحَمَّدٌ ضَـاحِكٌ لِلضَّـيْـفِ مُكْــرِمُهُ
مُحَمَّدٌ جَــارُهُ وَاللّٰهُ لَــمْ يُضَــمِ
Muhammad (pbuh) laughs for his guest, honouring him. Muhammad (pbuh) by Allah! His neighbour is never harmed
Muhammad SAW murah senyum pada tamunya, menghormati tamunya. Muhammad SAW yang dekat padanya demi Allah tidak pernah dirugikan

مُحَمَّدٌ طَـابَتِ الدُّنْيَــا بِـبِـعْـثَـتِـهِ
مُحَمَّدٌ جَــاءَ بِالْآيَــاتِ وَالْحِــكَـمِ
Muhammad (pbuh), the world became pleasant through his mission. Muhammad (pbuh) he came with proofs and wisdom
Muhammad SAW, dunia menjadi menyenangkan melalui misinya (risalahnya). Muhammad SAW ia datang dengan bukti (mukjizat) dan hikmah

مُحَمَّدٌ يَوْمَ بَعْثِ النَّــاسِ شَــافِـعُنَــا
مُحَمَّدٌ نُوْرُهُ الْهَــادِىْ مِنَ الظُّـلَمِ
Muhammad (pbuh), on the day of the raising of mankind, he is our intercessor. Muhammad (pbuh) his light is the guide out of darkness
Muhammad SAW, pada Hari Pembalasan, dia adalah perantara (pemberi syafaat/pertongongan) kita. Muhammad SAW cahayanya adalah panduan keluar dari kegelapan

مُحَمَّدٌ قَــائِــمٌ لِلّٰهِ ذُوْ هِـمَـمٍ
مُحَمَّدٌ خَـاتَـمٌ لِلـرُّسْـلِ كُــلِّـهِــمِ
Muhammad (pbuh), standing for Allah, filled with eagerness. Muhammad (pbuh) is the Seal of all the Messengers
Muhammad SAW, dalam mengabdi (beribadah) pada Allah penuh dengan semangat. Muhammad SAW adalah Penutup semua Rasul.