Allah

 

Sebaiknya Anda tahu:What the meaning of Allah

Mari mengenal Tuhan melalui nama-Nya.

Mengapa Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Yang Maha Pemurah, Pengasih & Penyayang, Tuhan Penguasa Alam Jagat Raya ini menamakan diri-Nya dengan sebutan ALLAH, bukan dengan nama lain?. Baik dari Utusan (Nabi/Rasul) yang telah diturunkan dari sejak zaman Adam sampai Nabi terakhir Muhammad SAW dan sampai akhir zaman. Ternyata Nama Allah itu menurut ahli tafsir mempunyai arti yang cukup dalam pengertiannya, baik kata itu berdiri sendiri secara utuh (ALLAH) maupun secara terpisah (per huruf) bila ditinjau dari bahasa Arab secara etimologi. Yang mana bahasa Arab merupakan bahasa asli dari Al-Quranul Karim yang telah diturunkan Allah melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.

Mari kita telaah dan coba kita perhatikan kata berikut ini ALLAH اللَّهُ

ا (dibaca : Alif /A) yang mungkin merupakan kependekan dari kata Ana (bahasa Arab) yang bertarti Aku. Kata sifat yang menyatakan bentuk Tunggal. Karena memang Allah Tunggal (Esa), Tidak ada Tuhan lain yang beserta-Nya . Aku yang di maksud di sini adalah Allah, Penguasa Jagad Raya. Seperti halnya semua kata-kata dalam Asmaul Husna (nama-nama Allah yang paling baik) selalu di awali dengan huruf Alif (A), baru kemudian diikuti dengan Lam (Alim-Lam Syamsiah/Qomariah) dalam istilah ilmu tajwid (ilmu membaca al quran).

Sedangkan dalam Tata Bahasa Arab (Ilmu Nahu-Shorof), Alim-Lam (ال)ini disebut sebagai Alim-Lam Ma’rifat (dikenal), untuk menerangkan objek/kata sifat yang menyertainya. Sebagai contoh: kata Al-Kitab pada kalimat berikut ini :

ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa (QS, 2:2)

Kata Al-Kitab yang dalam kalimat ini yang di maksud ialah Al Quran, bukan kitab lain.

Bila diterjemahkan menjadi Aku (Allah) Yang Maha Pengasih (untuk contoh nama Allah Ar-Rahman), atau Al Malik (Aku (Allah) Yang Maha Raja). Ada juga yang berpendapat huruf Alif (di depan nama Allah) merupakan kependekan dari kata Ahad (bahasa Arab) yang mempunyai arti Esa (Tunggal) sebagaimana yang tertera dalam Surat Al-Ikhlas ayat 1 (QS, 112:1) yang berbunyi :

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

artinya : Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, (QS, 112:1)

 

 

للَّهُ (dibaca : Lillahi) dalam bahasa arab yang mempunyai arti = Hanya Bagi Tuhan (Allah)

Bahwa semua aktifitas hidup manusia dan pengabdian dari semua makhluk hendaknya ditujukan hanya bagi Tuhan (Allah), bukan untuk yang lain, atau sesuatu yang dipersekutukan dengan-Nya.

ل (dibaca : Li. huruf depan kata Lillaahi) dalam bahasa Arab yang mempunyai arti = Untuk. Mungkin yang di maksud di sini hendaknya semua aktifitas hidup manusia atau semua makhuk di jagad raya ini hanya ditujukan untuk Allah semata. bukan yang lain.

لَّهُ (dibaca : Lahu) yang artinya Bagi-Nya (Allah). Lahu لَّهُ (dibaca : Lahu) di sini merupakan kata dasar dari Allah ( اللَّهُ ) yang digandeng dengan Alim-Lam Ma’rifat (ال )

هُ (dibaca: Hu/Hi) yang bertarti Dia. Hanya Dia (Allah) yang kita sembah dan hanya kepada Dia (Allah) kita kembali.

Why we must believe to Allah?

Berikut ini beberapa alasan mengapa kita harus percaya, mengabdi, dan hanya menyembah kepada Allah tanpa mempersekutukan-Nya dengan yang lain :

  • Karena Allah yang memberi rizki kepada sekalian makhluk.
  • Karena Allah yang menciptakan sekalian makhluk.
  • Karena Allah yang menghidupkan dan mematikan sekalian makhluk.
  • Karena Allah yang mengatur segala urusan sekalian makhluk.

sebagaimana yang tercantum dalam Al Quran surah Yunus ayat 31 (QS, 10:31)

قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ السَّمْعَ والأَبْصَارَ وَمَن يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيَّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَن يُدَبِّرُ الأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللّهُ فَقُلْ أَفَلاَ تَتَّقُونَ

Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah: “Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya) ?”

 

The Power of Allah & His Name(s)

 

Kekuasaan Allah meliputi langit dan bumi dan segala isinya. “Yang Hidup Kekal” lagi terus menerus mengurus makhluknya. Ini artinya Tuhan yang kita sembah itu tidak boleh binasa (mengalami proses kematian, baik kematian fisik maupun ruh). Apalagi jelas-jelas merupakan benda mati. Sebab ini sangat bertentangan dengan sifat-sifat ke-Tuhanan. ” Tidak mengantuk dan tidak tidur “. Ini merupakan sifat ke-Tuhanan yang mutlak dimiliki Sang Pencipta (Allah) yang tidak mungkin dimiliki oleh sekalian makhluk ciptaan-Nya. Agar setiap gerak-gerik dan tingkah laku makhluk bisa diketahui, dan agar setiap perputaran roda kehidupan di alam jagat raya selalu dalam pantauan-Nya. Sebab semua makhluk itu lemah, mempunyai kecenderungan mengantuk, lelah, dan tertidur. Apalagi setiap makhluk yang secara fisik memiliki mata. Hal ini ditegaskan dalam Al Quran Surah Al Baqarah ayat 255 (QS, 2:255) atau yang lebih dikenal sebagai ayat Kursi :

اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at (pertolongan) di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi (kekuasaan) Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS, 2:255).

Selain itu Allah juga memiliki nama-nama lain (Asmaul Husna) yang sesuai dengan sifat-sifat yang dimilikiNya sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Quran Surah Al Hasr ayat 22-24 (QS, 59: 22-24)

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ

Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui Yang Ghaib dan Yang Nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (QS, 59:22)

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Dia-lah Allah Yang Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS, 59:23)

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاء الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling Baik. Bertasbih (memuji) kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS, 59:24)

 

The Holy One of Allah

 

Penegasaan tentang ke-Esa-an Allah – Tuhan Semesta Alam, banyak terdapat dalam beberapa surah dalam Al Quran, diantaranya sebagai berikut :

Al Quran, Surah Al Ikhlas ayat 1-4 (QS, 112: 1-4)

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ – اللَّهُ الصَّمَدُ – لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ – وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, (QS, 112:1) • Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. (QS, 112:2) • Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, (QS, 112:3) • dan tidak ada seorangpun yang setara (serupa) dengan Dia”. (QS, 112:4)

 

 

Al Quran, Surah Al Mu’minun ayat 91 (QS, 23: 91)

مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِن وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَهٍ إِذًا لَّذَهَبَ كُلُّ إِلَهٍ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ

Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu, (QS, 23:91)

Al Quran, Surah An-Nisaa ayat 171 (QS, 4: 171)

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لاَ تَغْلُواْ فِي دِينِكُمْ وَلاَ تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ إِلاَّ الْحَقِّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِّنْهُ فَآمِنُواْ بِاللّهِ وَرُسُلِهِ وَلاَ تَقُولُواْ ثَلاَثَةٌ انتَهُواْ خَيْرًا لَّكُمْ إِنَّمَا اللّهُ إِلَـهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَن يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَات وَمَا فِي الأَرْضِ وَكَفَى بِاللّهِ وَكِيلاً

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. (QS, 4:171)