Al Qur’an, Surah Ali Imron ayat 8-10, 14-27 (QS, 3: 8-10, 14-27)

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

(Mereka berdo’a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS, 3:8)

“Our Lord!” (they say), “let not our hearts deviate now after Thou hast guided us, but grant us mercy from Thee: for Thou art the Grantor of bounties without measure. (QS, 3:8)

Seigneur! Ne laisse pas dévier nos coeurs après que Tu nous aies guidés; et accorde-nous Ta miséricorde. C’est Toi, certes, le Grand Donateur! (QS, 3:8)

(Mereka berdoa dengan berkata): Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau memesongkan hati kami sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami dan kurniakanlah kepada kami limpah rahmat dari sisiMu; sesungguhnya Engkau jualah Tuhan Yang melimpah-limpah pemberianNya. (QS, 3:8)

“Unser Herr, laß unsere Herzen sich nicht (von Dir) abkehren, nachdem Du uns rechtgeleitet hast. Und schenke uns Barmherzigkeit von Dir; denn Du bist ja wahrlich der unablässig Gebende. (QS, 3:8)

¡Señor! ¡No hagas que nuestros corazones se desvíen, después de habernos Tú dirigido! ¡Regálanos, de Ti, misericordia! Tú eres el Munífico. (QS, 3:8)

رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لاَّ رَيْبَ فِيهِ إِنَّ اللّهَ لاَ يُخْلِفُ الْمِيعَادَ

Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya”. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (QS, 3:9)

“Our Lord! Thou art He that will gather mankind together against a day about which there is no doubt: for Allah never fails in His promise.” (QS, 3:9)

Seigneur! C’est Toi qui rassembleras les gens, un jour – en quoi il n’y a point de doute – Allah, vraiment, ne manque jamais à Sa promesse. (QS, 3:9)

Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya Engkaulah yang akan menghimpunkan sekalian manusia, untuk (menerima balasan pada) suatu hari (hari kiamat) yang tidak ada syak padanya. Sesungguhnya Allah tidak memungkiri janjiNya. (QS, 3:9)

Unser Herr, Du wirst die Menschen zusammenführen an einem Tag, über den es keinen Zweifel gibt. Wahrlich, Allah verfehlt niemals Seinen Termin. (QS, 3:9)

¡Señor! Tú eres quien va a reunir a los hombres para un día indubitable. Alá no falta a Su promesa. (QS, 3:9)

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ لَن تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلاَ أَوْلاَدُهُم مِّنَ اللّهِ شَيْئًا وَأُولَـئِكَ هُمْ وَقُودُ النَّارِ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka, (QS, 3:10)

Those who reject faith―neither their possessions nor their (numerous) progeny will avail them aught against Allah: they are themselves but fuel for the fire. (QS, 3:10)

Ceux qui ne croient pas, ni leur biens ni leurs enfants ne les mettront aucunement à l’abri de la punition d’Allah. Ils seront du combustible pour le Feu, (QS, 3:10)

Sebenarnya harta benda orang-orang kafir dan juga anak-pinak mereka tidak sekali-kali akan menyelamatkan mereka dari (azab seksa) Allah sedikit juapun; dan mereka itulah bahan bakaran api Neraka. (QS, 3:10)

Wahrlich, denen, die ungläubig sind, werden weder ihr Vermögen noch ihre Kinder bei Allah etwas helfen. Sie sind es, die zum Brennstoff des Feuers werden. (QS, 3:10)

A quienes no crean, ni su hacienda ni sus hijos les servirán de nada frente a Alá. Ésos servirán de combustible para el Fuego. (QS, 3:10)

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاء وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS, 3:14)

Fair in the eyes of men is the love of things they covet: women and sons; heaped-up hoards of gold and silver; horses branded (for blood and excellence); and (wealth of) cattle and well-tilled land. Such are the possessions of this world’s life; but in nearness to Allah is the best of the goals (to return to). (QS, 3:14)

On a enjolivé aux gens l’amour des choses qu’ils désirent: femmes, enfants, trésors thésaurisés d’or et d’argent, chevaux marqués, bétail et champs; tout cela est l’objet de jouissance pour la vie présente, alors que c’est près d’Allah qu’il y a bon retour. (QS, 3:14)

Dihiaskan (dan dijadikan indah) kepada manusia: Kesukaan kepada benda-benda yang diingini nafsu, iaitu perempuan-perempuan dan anak-pinak; harta benda yang banyak bertimbun-timbun, dari emas dan perak; kuda peliharaan yang bertanda lagi terlatih dan binatang-binatang ternak serta kebun-kebun tanaman. Semuanya itu ialah kesenangan hidup di dunia dan (ingatlah), pada sisi Allah ada tempat kembali yang sebaik-baiknya (iaitu Syurga). (QS, 3:14)

Zum Genuß wird den Menschen die Freude gemacht an ihrem Trieb zu Frauen und Kindern und aufgespeicherten Mengen von Gold und Silber und Rassepferden und Vieh und Saatfeldern. Dies ist der Genuß des irdischen Lebens; doch bei Allah ist die schönste Heimkehr. (QS, 3:14)

El amor de lo apetecible aparece a los hombres engalanado: las mujeres, los hijos varones, el oro y la plata por quintales colmados, los caballos de raza, los rebaños los campos de cultivo… Eso es breve disfrute de la vida de acá. Pero Alá tiene junto a Sí un bello lugar de retorno. (QS, 3:14)

قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ

Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah: Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (QS, 3:15)

Say: shall I give you glad tidings of things far better than those? For the righteous are Gardens in nearness to their Lord with rivers flowing beneath; therein is their eternal home; with companions pure (and holy) and the good pleasure of Allah. For in Allah’s sight are (all) His servants.― (QS, 3:15)

Dis: ‹Puis-je vous apprendre quelque chose de meilleur que tout cela? Pour les pieux, il y a, auprès de leur Seigneur, des jardins sous lesquels coulent les ruisseaux, pour y demeurer éternellement, et aussi, des épouses purifiées, et l’agrément d’Allah.› Et Allah est Clairvoyant sur [Ses] serviteurs, (QS, 3:15)

Katakanlah (wahai Muhammad): Mahukah supaya aku khabarkan kepada kamu akan yang lebih baik daripada semuanya itu? Iaitu bagi orang-orang yang bertakwa disediakan di sisi Tuhan mereka beberapa Syurga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Disediakan juga pasangan-pasangan/ isteri-isteri yang suci bersih, serta (beroleh pula) keredaan dari Allah dan (ingatlah), Allah sentiasa Melihat akan hamba-hambaNya; (QS, 3:15)

“Sprich: “”Soll ich euch Besseres als dies verkünden?”” Für die Gottesfürchtigen gibt es bei ihrem Herrn Gärten, durcheilt von Bächen – darin werden sie auf ewig bleiben – sowie reine Gattinnen und Allahs Wohlgefallen. Und Allah kennt (Seine) Diener wohl, (QS, 3:15)

Di: “¿Puedo informaros de algo mejor que eso?” Quienes teman a Alá encontrarán junto a su Señor jardines por cuyos bajos fluyen arroyos y en los que estarán eternamente, esposas purificadas y la satisfacción de Alá. Alá ve bien a Sus siervos, (QS, 3:15)

الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

(Yaitu) orang-orang yang berdo’a: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,” (QS, 3:16)

(Namely) those who say: “Our Lord! we have indeed believed: forgive us, then our sins, and save us from the agony of the fire.”― (QS, 3:16)

qui disent: ‹Ô notre Seigneur, nous avons foi; pardonne-nous donc nos péchés, et protège-nous du châtiment du Feu›, (QS, 3:16)

(Iaitu) orang-orang yang berdoa dengan berkata: Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya kami telah beriman, oleh itu ampunkanlah dosa-dosa kami dan peliharalah kami dari azab Neraka; (QS, 3:16)

“”diejenigen, die sagen: “”Unser Herr, siehe, wir glauben; darum vergib uns unsere Sünden und behüte uns vor der Strafe des Feuers.”” (QS, 3:16)

que dicen: “¡Señor! ¡Nosotros creemos! ¡Perdónanos, pues, nuestros pecados y presérvanos del castigo del Fuego!”, (QS, 3:16)

الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالأَسْحَارِ

(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur. (QS, 3:17)

Those who show patience, firmness and self-control; who are true (in word and deed); who worship devoutly; who spend (in the way of Allah); and who pray for forgiveness in the early hours of the morning. (QS, 3:17)

ce sont, les endurants, les véridiques, les obéissants, ceux qui dépensent [dans le sentier d’Allah] et ceux qui implorent pardon juste avant l’aube. (QS, 3:17)

(Dan juga) orang-orang yang sabar (dalam menjunjung perintah Allah) dan orang-orang yang benar (perkataan dan hatinya) dan orang-orang yang sentiasa taat (akan perintah Allah) dan orang-orang yang membelanjakan hartanya (pada jalan Allah) dan orang-orang yang beristighfar (memohon ampun) pada waktu sahur. (QS, 3:17)

“Die Geduldigen und die Wahrhaften und die Andachtsvollen und die Spendenden und diejenigen, die um Vergebung bitten vor der Morgendämmerung. (QS, 3:17)

pacientes, sinceros, devotos, que practican la caridad y piden perdón al rayar el alba. (QS, 3:17)

شَهِدَ اللّهُ أَنَّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُوْلُواْ الْعِلْمِ قَآئِمَاً بِالْقِسْطِ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS, 3:18)

There is no god but He: that is the witness of Allah His angels and those endued with knowledge, standing firm on justice. There is no god but He, the Exalted in Power, the Wise. (QS, 3:18)

Allah atteste, et aussi les Anges et les doués de science, qu’il n’y a point de divinité à part Lui, le Mainteneur de la justice. Point de divinité à part Lui, le Puissant, le Sage! (QS, 3:18)

Allah menerangkan (kepada sekalian makhlukNya dengan dalil-dalil dan bukti), bahawasanya tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang sentiasa mentadbirkan (seluruh alam) dengan keadilan dan malaikat-malaikat serta orang-orang yang berilmu (mengakui dan menegaskan juga yang demikian); tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana. (QS, 3:18)

Bezeugt hat Allah, daß kein Gott da ist außer Ihm Selbst; und die Engel und die Wissenden (bezeugen es); Er sorgt für die Gerechtigkeit. Es ist kein Gott außer Ihm, dem Allmächtigen, dem Allweisen. (QS, 3:18)

Alá atestigua, y con Él los ángeles y los hombres dotados de ciencia, que no hay más dios que Él, Que vela por la equidad. No hay más dios que Él, el Poderoso, el Sabio. (QS, 3:18)

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوْتُواْ الْكِتَابَ إِلاَّ مِن بَعْدِ مَا جَاءهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَن يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللّهِ فَإِنَّ اللّهِ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (QS, 3:19)

The Religion before Allah is Islam (submission to His will): nor did the people of the Book dissent therefrom except through envy of each other, after knowledge had come to them. But if any deny the Signs of Allah, Allah is swift in calling to account. (QS, 3:19)

Certes, la religion acceptée d’Allah, c’est l’Islam. Ceux auxquels le Livre a été apporté ne se sont disputés, par agressivité entre eux, qu’après avoir reçu la science. Et quiconque ne croit pas aux signes d’Allah… alors Allah est prompt à demander compte! (QS, 3:19)

Sesungguhnya agama (yang benar dan diredai) di sisi Allah ialah Islam dan orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberikan Kitab itu tidak berselisih (mengenai agama Islam dan enggan menerimanya) melainkan setelah sampai kepada mereka pengetahuan yang sah tentang kebenarannya; (perselisihan itu pula) semata-mata kerana hasad dengki yang ada dalam kalangan mereka dan (ingatlah), sesiapa yang kufur ingkar akan ayat-ayat keterangan Allah, maka sesungguhnya Allah Amat segera hitungan hisabNya. (QS, 3:19)

Wahrlich, die Religion bei Allah ist der Islam. Und diejenigen, denen die Schrift gegeben wurde, wurden erst uneins, als das Wissen zu ihnen gekommen war – aus Mißgunst untereinander. Und wer die Zeichen Allahs verleugnet – siehe, Allah ist schnell im Rechnen. (QS, 3:19)

Ciertamente, la Religión, para Alá, es el islam. Aquéllos a quienes se dio la Escritura no se opusieron unos a otros, por rebeldía mutua, sino después de haber recibido la Ciencia. Quien no cree en los signos de Alá,… Alá es rápido en ajustar cuentas. (QS, 3:19)

فَإنْ حَآجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ وَقُل لِّلَّذِينَ أُوْتُواْ الْكِتَابَ وَالأُمِّيِّينَ أَأَسْلَمْتُمْ فَإِنْ أَسْلَمُواْ فَقَدِ اهْتَدَواْ وَّإِن تَوَلَّوْاْ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلاَغُ وَاللّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ

Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi (belum tahu): “Apakah kamu (mau) masuk Islam?” Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (QS, 3:20)

So if they dispute with thee say: “I have submitted my whole self to Allah and so have those who follow me.” And say to the people of the Book and to those who are unlearned: “Do ye (also) submit yourselves?” if they do, they are in right guidance, but if they turn back, thy duty is to convey the Message; and in Allah’s sight are (all) His servants. (QS, 3:20)

S’ils te contredisent, dis leur: ‹Je me suis entièrement soumis à Allah, moi et ceux qui m’ont suivi›. Et dis à ceux à qui le Livre a été donné, ainsi qu’aux illettrés: ‹Avez-vous embrassé l’Islam?› S’ils embrassent l’Islam, ils seront bien guidés. Mais, s’ils tournent le dos… Ton devoir n’est que la transmission (du message). Allah, sur [Ses] serviteurs est Clairvoyant. (QS, 3:20)

Oleh sebab itu jika mereka berhujah (menyangkal dan) membantahmu (wahai Muhammad), maka katakanlah: Aku telah berserah diriku kepada Allah dan demikian juga orang-orang yang mengikutku dan bertanyalah (Wahai Muhammad) kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Kitab dan orang-orang yang Ummi (orang-orang musyrik Arab): Sudahkah kamu mematuhi dan menurut (agama Islam yang aku bawa itu)? Kemudian jika mereka memeluk Islam, maka sebenarnya mereka telah memperolehi petunjuk dan jika mereka berpaling (tidak mahu menerima Islam), maka sesungguhnya kewajipanmu hanyalah menyampaikan (dakwah Islam itu) dan (ingatlah), Allah sentiasa Melihat (tingkah laku) sekalian hambaNya. (QS, 3:20)

“Und wenn sie mit dir streiten, so sprich: “”Ich habe mich ganz und gar Allah ergeben, und ebenso, wer mir nachfolgt.”” Und sprich zu jenen, denen die Schrift gegeben wurde, und zu den Unbelehrten: “”Werdet ihr Muslime?”” Und wenn sie Muslime werden, sind sie geleitet; kehren sie sich jedoch ab, so obliegt dir nur die Verkündigung. Und Allah kennt (Seine) Diener wohl. (QS, 3:20)

Si disputan contigo, di: “Yo me someto a Alá y lo mismo hacen quienes me siguen”. Y di a quienes recibieron la Escritura y a quienes no la recibieron. “¿Os convertís al islam?”, Si se convierten , están bien dirigidos; si vuelven la espalda, a ti sólo te incumbe la transmisión. Alá ve bien a Sus siervos. (QS, 3:20)

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَيَقْتُلُونَ الِّذِينَ يَأْمُرُونَ بِالْقِسْطِ مِنَ النَّاسِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih. (QS, 3:21)

As to those who deny the Signs of Allah, and in defiance of right, slay the Prophets, and slay those who teach just dealing with mankind, announce to them a grievous penalty. (QS, 3:21)

Ceux qui ne croient pas aux signes d’Allah, tuent sans droit les prophètes et tuent les gens qui commandent la justice, annonce-leur un châtiment douloureux. (QS, 3:21)

Sesungguhnya orang-orang yang kufur ingkar akan ayat-ayat keterangan Allah dan membunuh Nabi-nabi dengan jalan yang tidak benar, serta membunuh orang-orang yang menyeru manusia supaya berlaku adil maka sampaikanlah berita yang menggembirakan mereka, dengan azab seksa yang tidak terperi sakitnya. (QS, 3:21)

“Wahrlich, jenen, die nicht an Allahs Zeichen glauben und die Propheten ohne rechtlichen Grund töten und jene Menschen töten, die zur Rechtschaffenheit ermahnen, denen verkünde schmerzliche Strafe. (QS, 3:21)

Anuncia un castigo doloroso a quienes no creen en los signos de Alá, matan a los profetas sin justificación y matan a los hombres que ordenan la equidad. (QS, 3:21)

أُولَـئِكَ الَّذِينَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَا لَهُم مِّن نَّاصِرِينَ

Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong. (QS, 3:22)

They are those whose works will bear no fruit in this world and in the Hereafter, nor will they have anyone to help. (QS, 3:22)

Ce sont eux dont les oeuvres sont devenues vaines, ici-bas comme dans l’au- delà. Et pour eux, pas de secoureurs! (QS, 3:22)

Mereka itulah orang-orang yang telah rosak amal perbuatannya di dunia dan di akhirat dan mereka tidak akan memperoleh sesiapa pun yang dapat memberi pertolongan. (QS, 3:22)

Sie sind es, deren Werke nichtig sind – in dieser Welt und im Jenseits; und sie haben keine Helfer. (QS, 3:22)

Ésos son aquéllos cuyas obras son vanas en la vida de acá y en la otra y no tendrán quienes les auxilien. (QS, 3:22)

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوْتُواْ نَصِيبًا مِّنَ الْكِتَابِ يُدْعَوْنَ إِلَى كِتَابِ اللّهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ يَتَوَلَّى فَرِيقٌ مِّنْهُمْ وَهُم مُّعْرِضُونَ

Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum di antara mereka; kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran). (QS, 3:23)

Hast thou not turned thy thought to those who have been given a portion of the Book? They are invited to the Book of Allah, to settle their dispute, but a party of them turn back and decline (the arbitration). (QS, 3:23)

N’as-tu pas vu comment agissent ceux qui ont reçu une part du Livre, et qui sont maintenant invités au Livre d’Allah pour trancher leurs différends; comment un groupe des leurs tourne le dos et s’esquive? (QS, 3:23)

Tidakkah engkau pelik memikirkan (wahai Muhammad) terhadap sikap orang-orang (Yahudi) yang telah diberikan sebahagian dari Kitab Taurat, mereka diseru kepada Kitab Allah supaya Kitab itu dijadikan hakim (mengenai perkara-perkara yang timbul) di antara mereka. Ahli-ahli satu puak dari mereka berpaling ingkar sambil menolak (seruan dan hukum Kitab Allah itu). (QS, 3:23)

Hast du nicht jene gesehen, denen ein Teil von der Schrift gegeben wurde? Sie wurden zum Buch Allahs aufgefordert, daß es richte zwischen ihnen. Alsdann kehrte ein Teil von ihnen den Rücken und wandte sich ab, (QS, 3:23)

¿No has visto a quienes han recibido una porción de la Escritura ? Se les invita a que acepten la Escritura de Alá para que decida entre ellos, pero algunos vuelven la espalda y se van. (QS, 3:23)

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُواْ لَن تَمَسَّنَا النَّارُ إِلاَّ أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ وَغَرَّهُمْ فِي دِينِهِم مَّا كَانُواْ يَفْتَرُونَ

Hal itu adalah karena mereka mengaku: “Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang dapat dihitung”. Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan. (QS, 3:24)

This because they say: “The fire shall not touch us but for a few numbered days”; for their forgeries deceive them as to their own religion. (QS, 3:24)

C’est parce qu’ils disent: ‹Le Feu ne nous touchera que pour un nombre de jours déterminés. Et leurs mensonges les trompent en religion. (QS, 3:24)

Yang demikian ialah disebabkan mereka (mendakwa dengan) berkata: Kami tidak sekali-kali akan disentuh oleh api Neraka melainkan beberapa hari sahaja yang boleh dihitung. Mereka (sebenarnya) telah diperdayakan dalam agama mereka, oleh dakwaan-dakwaan dusta yang mereka telah ada-adakan. (QS, 3:24)

“indem sie sagten: “”Nimmer wird uns das Feuer berühren, es sei denn für abgezählte Tage.”” Und es betrog sie in ihrem Glauben, was sie selber erdachten.(QS, 3:24)

Es que han dicho: “El fuego no nos tocará más que por días contados”. Sus propias mentiras les han engañado en su religión. (QS, 3:24)

فَكَيْفَ إِذَا جَمَعْنَاهُمْ لِيَوْمٍ لاَّ رَيْبَ فِيهِ وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ

Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya. Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan). (QS, 3:25)

But how (will they fare) when We gather them together against a Day about which there is no doubt and each soul will be paid out just what it has earned, without (favour or) injustice? (QS, 3:25)

Eh bien comment seront-ils, quand Nous les aurons rassemblés, en un jour sur quoi il n’y a point de doute, et que chaque âme sera pleinement rétribuée selon ce qu’elle aura acquis? Et ils ne seront point lésés. (QS, 3:25)

Oleh itu bagaimana pula (hal keadaan mereka) ketika Kami himpunkan mereka pada hari (kiamat), yang tidak ada syak padanya dan (pada hari itu juga) disempurnakan kepada tiap-tiap seorang, balasan apa yang dia telah usahakan, sedang mereka masing-masing tidak akan dianiaya. (QS, 3:25)

“Aber wie, wenn Wir sie versammeln an einem Tag, über den kein Zweifel herrscht, und jeder Seele vergolten wird, was sie verdient hat, und sie kein Unrecht erleiden sollen? (QS, 3:25)

¿Qué pasará cuando les reunamos para un día indubitable y cada uno reciba su merecido? Y no serán tratados injustamente. (QS, 3:25)

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاء وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاء وَتُعِزُّ مَن تَشَاء وَتُذِلُّ مَن تَشَاء بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS, 3:26)

Say: “O Allah! Lord of Power (and Rule) Thou givest Power to whom Thou pleasest and Thou strippest off power from whom Thou pleasest thou enduest with honour whom thou pleasest, and Thou bringest low, whom Thou pleasest; in Thy hand is all Good. Verily, over all things Thou hast power. (QS, 3:26)

– Dis: ‹Ô Allah, Maître de l’autorité absolue. Tu donnes l’autorité à qui Tu veux, et Tu arraches l’autorité à qui Tu veux; et Tu donnes la puissance à qui Tu veux, et Tu humilies qui Tu veux. Le bien est en Ta main et Tu es Omnipotent. (QS, 3:26)

Katakanlah (wahai Muhammad): Wahai Tuhan yang mempunyai kuasa pemerintahan! Engkaulah yang memberi kuasa pemerintahan kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah yang mencabut kuasa pemerintahan dari sesiapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah juga yang memuliakan sesiapa yang Engkau kehendaki dan Engkaulah yang menghina sesiapa yang Engkau kehendaki. Dalam kekuasaan Engkaulah sahaja adanya segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. (QS, 3:26)

“Sprich: “”O Allah, Herrscher des Königtums, Du gibst das Königtum, wem Du willst und nimmst das Königtum, wem Du willst; und Du ehrst, wen Du willst und erniedrigst, wen Du willst. In Deiner Hand ist das Gute; wahrlich, Du hast Macht über alle Dinge. (QS, 3:26)

Di: “¡Oh, Alá, Dueño del dominio! Tú das el dominio a quien quieres y se lo retiras a quien quieres, exaltas a quien quieres y humillas a quien quieres. En Tu mano está el bien. Eres omnipotente. (QS, 3:26)

تُولِجُ اللَّيْلَ فِي الْنَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الَمَيَّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَن تَشَاء بِغَيْرِ حِسَابٍ

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup . Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).” (QS, 3:27)

“Thou causest the Night to gain on the Day, and Thou causest the Day to gain on the Night; Thou bringest the Living out of the Dead, and Thou bringest the Dead out of the Living; and Thou givest sustenance to whom Thou pleasest without measure.” (QS, 3:27)

Tu fais pénétrer la nuit dans le jour, et Tu fais pénétrer le jour dans la nuit, et Tu fais sortir le vivant du mort, et Tu fais sortir le mort du vivant. Et Tu accordes attribution à qui Tu veux, sans compter›. (QS, 3:27)

Engkaulah (wahai Tuhan) yang memasukkan waktu malam ke dalam waktu siang dan Engkaulah yang memasukkan waktu siang ke dalam waktu malam. Engkaulah juga yang mengeluarkan sesuatu yang hidup dari benda yang mati dan Engkaulah yang mengeluarkan benda yang mati dari sesuatu yang hidup. Engkau jualah yang memberi rezeki kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dengan tiada hitungan hisabnya. (QS, 3:27)

“”Du läßt die Nacht übergehen in den Tag und läßt den Tag übergehen in die Nacht; und Du läßt das Lebendige aus dem Toten erstehen und läßt das Tote aus dem Lebendigen erstehen, und Du versorgst, wen Du willst, ohne Maß.”” (QS, 3:27)

Tú haces que la noche entre en el día y que el día entre en la noche. Tú sacas al vivo del muerto y al muerto del vivo. Tú provees sin medida a quien quieres”. (QS, 3:27)