Al Qur’an, Surah Al Baqarah ayat 6-20 (QS, 2: 6-20)

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman (QS, 2:6).

As to those who reject Faith, it is the same to them whether thou warn them or do not warn them; they will not believe. (QS, 2:6)

[Mais] certes les infidèles ne croient pas, cela leur est égal, que tu les avertisses ou non: ils ne croiront jamais. (QS, 2:6)

Sesungguhnya orang-orang kafir (yang tidak akan beriman), sama sahaja kepada mereka: Samada engkau beri amaran kepadanya atau engkau tidak beri amaran, mereka tidak akan beriman. (QS, 2:6)

Wahrlich, denen, die ungläubig sind, ist es gleich, ob du sie warnst oder nicht warnst: sie glauben nicht.(QS, 2:6)

Da lo mismo que adviertas o no a los infieles: no creen. (QS, 2:6)

خَتَمَ اللّهُ عَلَى قُلُوبِهمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عظِيمٌ

Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat (QS, 2:7).

Allah hath set a seal on their hearts and on their hearing And on their eyes is a veil; great is the penalty they (incur). (QS, 2:7)

Allah a scellé leurs coeurs et leurs oreilles; et un voile épais leur couvre la vue; et pour eux il y aura un grand châtiment. (QS, 2:7)

(Dengan sebab keingkaran mereka), Allah mematerikan atas hati mereka serta pendengaran mereka dan pada penglihatan mereka ada penutupnya dan bagi mereka pula disediakan azab seksa yang amat besar. (QS, 2:7)

Versiegelt hat Allah ihre Herzen und ihr Gehör; und über ihren Augen liegt ein Schleier; ihnen wird eine gewaltige Strafe zuteil sein.(QS, 2:7)

Alá ha sellado sus corazones y oídos; una venda cubre sus ojos y tendrán un castigo terrible. (QS, 2:7)

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللّهِ وَبِالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ

Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian” , padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman (QS, 2:8).

Of the people there are some who say: “We believe in Allah and the Last Day” but they do not (really) believe. (QS, 2:8)

Parmi les gens, il y a ceux qui disent: ‹Nous croyons en Allah et au Jour dernier!› tandis qu’en fait, ils n’y croient pas.  (QS, 2:8)

Dan di antara manusia ada yang berkata: Kami telah beriman kepada Allah dan kepada hari akhirat; padahal mereka sebenarnya tidak beriman.(QS, 2:8)

“Und manche Menschen sagen: “”Wir glauben an Allah und an den Jüngsten Tag””, doch sie sind keine Gläubigen.(QS, 2:8)

Hay entre los hombres quienes dicen: “Creemos en Alá y en el último Día”, pero no creen.(QS, 2:8)

يُخَادِعُونَ اللّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلاَّ أَنفُسَهُم وَمَا يَشْعُرُونَ

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar (QS, 2:9).

Fain would they deceive Allah and those who believe, but they only deceive themselves, and realize (it) not! (QS, 2:9)

Ils cherchent à tromper Allah et les croyants; mais ils ne trompent qu’eux-mêmes, et ils ne s’en rendent pas compte. (QS, 2:9)

Mereka hendak memperdayakan Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya memperdaya dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyedarinya.(QS, 2:9)

“Sie versuchen, Allah und die Gläubigen zu betrügen, und doch betrügen sie nur sich selbst, ohne daß sie dies empfinden.(QS, 2:9)

Tratan de engañar a Alá y a los que creen; pero, sin darse cuenta, sólo se engañan a sí mismos. (QS, 2:9)

فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللّهُ مَرَضاً وَلَهُم عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

Dalam hati mereka ada penyakit , lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta (QS, 2:10).

In their hearts is a disease; and Allah has increased their disease and grievous is the penalty they (incur), because they are false (to themselves). (QS, 2:10)

Il y a dans leurs coeurs une maladie (de doute et d’hypocrisie), et Allah laisse croître leur maladie. Ils auront un châtiment douloureux, pour avoir menti. (QS, 2:10)

Dalam hati mereka (golongan yang munafik itu) terdapat penyakit (syak dan hasad dengki), maka Allah tambahkan lagi penyakit itu kepada mereka dan mereka pula akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya, dengan sebab mereka berdusta (dan mendustakan kebenaran). (QS, 2:10)

In ihren Herzen ist eine Krankheit, und Allah mehrt ihre Krankheit, und für sie ist eine schmerzliche Strafe dafür (bestimmt), daß sie logen.(QS, 2:10)

Sus corazones están enfermos y Alá les ha agravado su enfermedad. Tendrán un castigo doloroso por haber mentido.  (QS, 2:10)

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ قَالُواْ إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” (QS, 2:11)

When it is said to them: “Make not mischief on the earth”, they say: “Why, we only want to make peace!” (QS, 2:11)

Et quand on leur dit: ‹Ne semez pas la corruption sur la terre›, ils disent: ‹Au contraire nous ne sommes que des réformateurs!› (QS, 2:11)

Dan apabila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat bencana dan kerosakan di muka bumi, mereka menjawab: Sesungguhnya kami orang-orang yang hanya membuat kebaikan.(QS, 2:11)

“Und wenn ihnen gesagt wird: “”Stiftet kein Unheil auf der Erde””, so sagen sie: “”Wir sind doch die, die Gutes tun.”” (QS, 2:11)

Cuando se les dice: “¡No corrompáis en la tierra!”, dicen: “Pero ¡si somos reformadores!” (QS, 2:11)

أَلا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَـكِن لاَّ يَشْعُرُونَ

Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar (QS, 2:12).

Of a surety, they are the ones who make mischief, but they realize (it) not. (QS, 2:12)

Certes, ce sont eux les véritables corrupteurs, mais ils ne s’en rendent pas compte. (QS, 2:12)

Ketahuilah! Bahawa sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang sebenar-benarnya membuat bencana dan kerosakan, tetapi mereka tidak menyedarinya.(QS, 2:12)

“Gewiß jedoch sind sie die, die Unheil stiften, aber sie empfinden es nicht.(QS, 2:12)

¡No son ellos, en realidad, los corruptores? Pero no se dan cuenta. (QS, 2:12)

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُواْ كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُواْ أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاء أَلا إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاء وَلَـكِن لاَّ يَعْلَمُونَ

Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman”, mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu (QS, 2:13).

When it is said to them: “Believe as the others believe” they say: “Shall we believe as the fools believe?” Nay, of a surety they are the fools, buy they do not know. (QS, 2:13)

Et quand on leur dit: ‹Croyez comme les gens ont cru›, ils disent: ‹Croirons-nous comme ont cru les faibles d’esprit?› Certes, ce sont eux les véritables faibles d’esprit, mais ils ne le savent pas. (QS, 2:13)

Dan apabila dikatakan kepada mereka: Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang itu telah beriman. Mereka menjawab: Patutkah kami ini beriman sebagaimana berimannya orang-orang bodoh itu? Ketahuilah! Sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak mengetahui (hakikat yang sebenarnya).(QS, 2:13)

“Und wenn ihnen gesagt wird: “”Glaubt wie die Menschen geglaubt haben””, sagen sie: “”Sollen wir etwa wie die Toren glauben?”” Gewiß jedoch sind sie selbst die Toren, aber sie wissen es nicht. (QS, 2:13)

Cuando se les dice: “¡Creed como creen los demás!”, dicen: “¿Es que vamos a creer como creen los tontos?” Son ellos los tontos, pero no lo saben. (QS, 2:13)

وَإِذَا لَقُواْ الَّذِينَ آمَنُواْ قَالُواْ آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْاْ إِلَى شَيَاطِينِهِمْ قَالُواْ إِنَّا مَعَكْمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ

Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman.” Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan (teman kafir mereka) mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok” (QS, 2:14).

When they meet those who believe, they say: “We believe” but when they are alone with their evil ones they say: “We are really with you we; (were) only jesting. (QS, 2:14)

Quand ils rencontrent ceux qui ont cru, ils disent: ‹Nous croyons›; mais quand ils se trouvent seuls avec leurs diables, ils disent: ‹Nous sommes avec vous; en effet, nous ne faisions que nous moquer (d’eux)›. (QS, 2:14)

Dan apabila mereka bertemu dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: Kami telah beriman dan manakala mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka berkata pula: Sesungguhnya kami tetap bersama kamu, sebenarnya kami hanya memperolok-olok (akan orang-orang yang beriman).(QS, 2:14)

“”Und wenn sie mit den Gläubigen zusammentreffen, so sagen sie: “”Wir glauben.”” Wenn sie aber mit ihren Satanen allein sind, sagen sie: “”Wir sind ja mit euch; wir treiben ja nur Spott.”” (QS, 2:14)

Cuando encuentran a quienes creen, dicen: “¡Creemos!” Pero, cuando están a solas con sus demonios, dicen: “Estamos con vosotros, era sólo una broma”. (QS, 2:14)

اللّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka (QS, 2:15).

Allah will throw back their mockery on them and give them rope in their trespasses; so they will wander like blind ones (to and fro). (QS, 2:15)

C’est Allah qui Se moque d’eux et les endurcira dans leur révolte et prolongera sans fin leur égarement. (QS, 2:15)

Allah (membalas) memperolok-olok dan membiarkan mereka meraba-raba dalam kesesatan mereka (yang melampaui batas itu).(QS, 2:15)

“Allah verspottet sie und läßt sie weiter verblendet umherirren. (QS, 2:15)

Alá les devolverá la broma y les dejará que persistan en su rebeldía, errando ciegos. (QS, 2:15)

أُوْلَـئِكَ الَّذِينَ اشْتَرُوُاْ الضَّلاَلَةَ بِالْهُدَى فَمَا رَبِحَت تِّجَارَتُهُمْ وَمَا كَانُواْ مُهْتَدِينَ

Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk (QS, 2:16).

These are they who have bartered guidance for error: but their traffic is profitless, and they have lost true direction. (QS, 2:16)

Ce sont eux qui ont troqué le droit chemin contre l’égarement. Eh bien, leur négoce n’a point profité. Et ils ne sont pas sur la bonne voie. (QS, 2:16)

Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan meninggalkan petunjuk; maka tiadalah beruntung perniagaan mereka dan tidak pula mereka beroleh petunjuk hidayat. (QS, 2:16)

Diese sind es, die das Irregehen gegen die Rechtleitung eingetauscht haben, doch ihr Handel brachte ihnen weder Gewinn, noch werden sie rechtgeleitet. (QS, 2:16)

Ésos son los que han trocado la Dirección por el extravío. Por eso, su negocio no ha resultado lucrativo y no han sido bien dirigidos. (QS, 2:16)

مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ نَاراً فَلَمَّا أَضَاءتْ مَا حَوْلَهُ ذَهَبَ اللّهُ بِنُورِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِي ظُلُمَاتٍ لاَّ يُبْصِرُونَ

Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat (QS, 2:17).

Their similitude is that of a man who kindled a fire; when it lighted all around him, Allah took away their light and left them in utter darkness so they could not see. (QS, 2:17)

Ils ressemblent à quelqu’un qui a allumé un feu; puis quand le feu a illuminé tout à l’entour, Allah a fait disparaître leur lumière et les a abandonnés dans les ténèbres où ils ne voient plus rien. (QS, 2:17)

Perbandingan hal mereka (golongan yang munafik itu) samalah seperti orang yang menyalakan api; apabila api itu menerangi sekelilingnya, (tiba-tiba) Allah hilangkan cahaya (yang menerangi) mereka dan dibiarkannya mereka dalam gelap-gelita, tidak dapat melihat (sesuatu pun).(QS, 2:17)

Ihr Beispiel ist dem Beispiel dessen gleich, der ein Feuer anzündet; und als es nun alles um ihn herum erleuchtet hatte, ließ Allah ihr Licht verschwinden und ließ sie in Finsternissen zurück, und sie sahen nichts, (QS, 2:17)

Son como uno que alumbra un fuego. En cuanto éste ilumina lo que le rodea, Alá se les lleva la luz y les deja en tinieblas: no ven. (QS, 2:17)

صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لاَ يَرْجِعُونَ

Mereka tuli, bisu dan buta maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar). (QS, 2:18)

Deaf, dumb, and blind, they will not return (to the path). (QS, 2:18)

Sourds, muets, aveugles, ils ne peuvent donc pas revenir (de leur égarement). (QS, 2:18)

Mereka (seolah-olah orang yang) pekak, bisu dan buta; dengan keadaan itu mereka tidak dapat kembali (kepada kebenaran).(QS, 2:18)

taub, stumm und blind; und so kehrten sie nicht um.(QS, 2:18)

Son sordos, mudos, ciegos, no se convierten. (QS, 2:18)

أَوْ كَصَيِّبٍ مِّنَ السَّمَاء فِيهِ ظُلُمَاتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ أَصْابِعَهُمْ فِي آذَانِهِم مِّنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ واللّهُ مُحِيطٌ بِالْكافِرِينَ

atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir (QS, 2:19).

Or (another similitude) is that of a rain-laden cloud from the sky; in it are zones of darkness, and thunder and lightning they press their fingers in their ears to keep out the stunning thunder-clap, the while they are in terror of death. But Allah is ever round the rejecters of Faith! (QS, 2:19)

[On peut encore les comparer à ces gens qui,] au moment où les nuées éclatent en pluies, chargées de ténèbres, de tonnerre et éclairs, se mettent les doigts dans les oreilles, terrorisés par le fracas de la foudre et craignant la mort; et Allah encercle de tous còtés les infidèles. (QS, 2:19)

Atau (bandingannya) seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit, bersama dengan gelap-gelita dan guruh serta kilat; mereka menyumbat jarinya ke dalam telinga masing-masing dari mendengar suara petir, kerana mereka takut mati. (Masakan mereka boleh terlepas), sedang (pengetahuan dan kekuasaan) Allah meliputi orang-orang yang kafir itu.(QS, 2:19)

Oder (ihr Beispiel ist) gleich (jenen bei) einem Regenguß vom Himmel, voller Finsternisse, Donner und Blitz; sie stecken ihre Finger in ihre Ohren in Todesangst vor den Donnerschlägen. Und Allah hat die Ungläubigen in Seiner Gewalt. (QS, 2:19)

O como si viniera del cielo una nube borrascosa, cargada de tinieblas, truenos y relámpagos. Se ponen los dedos en los oídos contra el rayo, por temor a la muerte. Pero Alá cerca a los infieles. (QS, 2:19)

يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَارَهُمْ كُلَّمَا أَضَاء لَهُم مَّشَوْاْ فِيهِ وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُواْ وَلَوْ شَاء اللّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ إِنَّ اللَّه عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jika Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu (QS, 2:20)

The lightning all but snatches away their sight; every time the light (helps) them, they walk therein and when the darkness grows on them, they stand still. And if Allah willed, He could take away their faculty of hearing and seeing; for Allah hath power over all things. (QS, 2:20)

L’éclair presque leur emporte la vue: chaque fois qu’il leur donne de la lumière, ils avancent; mais dès qu’il fait obscur, ils s’arrêtent. Si Allah le voulait Il leur enlèverait certes l’ouïe et la vue, car Allah a pouvoir sur toute chose. (QS, 2:20)

Kilat itu pula hampir-hampir menyambar (menghilangkan) penglihatan mereka; tiap-tiap kali kilat itu menerangi mereka (dengan pancarannya), mereka berjalan dalam cahayanya. Dan apabila gelap menyelubungi mereka, berhentilah mereka (menunggu dengan bingungnya). Dan sekiranya Allah menghendaki, nescaya dihilangkanNya pendengaran dan penglihatan mereka; sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. (QS, 2:20)

Der Blitz raubt ihnen beinahe ihr Augenlicht: Sooft er ihnen Licht gibt, gehen sie darin voran, und wenn es dunkel um sie wird, so bleiben sie stehen. Und wenn Allah wollte, hätte Er ihnen gewiß Gehör und Augenlicht genommen. Wahrlich, Allah ist über alle Dinge Mächtig.(QS, 2:20)

El relámpago les arrebata casi la vista. Cuando les ilumina, caminan a su luz; pero, cuando les oscurece, se detienen. Si Alá hubiera querido, les habría quitado el oído y la vista. Alá es omnipotente. (QS, 2:20)